Emiten Prajogo Mau Belanja Saham

PT Petrosea Tbk (PTRO) berpotensi menggelontorkan dana hingga Rp 1,3 triliun untuk mendukung pelaksanaan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) atau rights issue PT Singaraja Putra Tbk (SINI). Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi ekspansi grup yang terintegrasi di sektor pertambangan dan infrastruktur.

Berdasarkan keterbukaan informasi SINI, Rabu (3/6/2026), potensi investasi Petrosea berasal dari pelaksanaan seluruh hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) yang akan dimiliki perseroan serta komitmen sebagai pembeli siaga (standby buyer) atas saham baru yang tidak terserap pemegang saham lainnya.

SINI berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 721,5 juta saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham atau setara 60% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah rights issue. Dengan harga pelaksanaan Rp 5.000 per saham, emiten tersebut berpotensi menghimpun dana sekitar Rp 3,6 triliun.

Dalam aksi korporasi tersebut, Petrosea menyatakan akan melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi haknya sebanyak sekitar 1,8 juta HMETD. Selain itu, PT Kreasi Jasa Persada (KJP), yang saat ini menguasai 19,74% saham SINI atau setara 94,94 juta saham, akan mengalihkan seluruh haknya sebanyak 142,41 juta HMETD kepada Petrosea.

Dengan pengalihan tersebut, PTRO akan memiliki sebanyak-banyaknya 144,2 juta HMETD yang terdiri atas 142,41 juta HMETD hasil pengalihan dari KJP dan 1,8 juta HMETD milik perseroan sendiri. Jika seluruh HMETD tersebut dieksekusi, nilai investasi Petrosea diperkirakan mencapai Rp 721,14 miliar.

Selain melaksanakan HMETD, Petrosea juga menyatakan kesediaannya melakukan pemesanan saham tambahan dan bertindak sebagai pembeli siaga atas saham baru yang tidak diambil oleh pemegang saham lainnya. Untuk keperluan tersebut, perseroan menyiapkan komitmen dana maksimal Rp 580,9 miliar.

Dengan demikian, total eksposur investasi Petrosea dalam rights issue SINI berpotensi mencapai sekitar Rp 1,3 triliun. Nilai tersebut merupakan skenario maksimum apabila seluruh HMETD dilaksanakan dan komitmen pembeli siaga digunakan secara penuh.

Dukungan terhadap rights issue SINI juga datang dari kelompok pemegang saham pengendali yang terdiri atas PT Autum Prima Indonesia, Batubara Development Pte Ltd, dan Hapsoro Sukmonohadi (Happy Hapsoro). Ketiganya telah menyatakan komitmen untuk melaksanakan sebagian HMETD yang menjadi hak masing-masing dengan nilai sedikitnya Rp 900 miliar.

Dana hasil rights issue akan digunakan untuk memperkuat struktur bisnis SINI. Sebanyak Rp 1,51 triliun dialokasikan untuk mengakuisisi 507,38 juta saham PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) atau setara 99,995% modal ditempatkan dan disetor perusahaan tersebut yang saat ini dimiliki Petrosea.

Selain itu, dana sebesar Rp 900 miliar akan digunakan untuk pembayaran lebih awal pokok utang kepada kreditur. Adapun sisanya akan dialokasikan untuk kebutuhan modal kerja perseroan dan entitas anak.

Melalui transaksi tersebut, Petrosea berpeluang memperkuat posisi strategisnya di SINI. Dalam skenario seluruh pemegang saham melaksanakan HMETD dan Petrosea menjalankan seluruh komitmennya, kepemilikan PTRO di SINI dapat meningkat menjadi 21,76% dari posisi saat ini sekitar 0,25%.

Sementara itu, apabila pemegang saham publik tidak melaksanakan HMETD dan saham yang tersedia diserap oleh Petrosea sebagai pembeli siaga, maka porsi kepemilikannya berpotensi naik hingga 28,39%.

Rights issue SINI menjadi bagian dari langkah ekspansi grup yang sebelumnya juga dijalankan oleh induk usaha Petrosea, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). Melalui peningkatan kepemilikan di SINI dan akuisisi aset tambang yang terintegrasi, grup menargetkan penguatan cadangan sumber daya, kapasitas produksi, serta optimalisasi infrastruktur logistik pertambangan.

Aksi korporasi tersebut diharapkan dapat memperkuat model bisnis terintegrasi yang menghubungkan aset tambang, jasa pertambangan, dan infrastruktur logistik dalam satu ekosistem usaha yang berkelanjutan.

Mengacu pada jadwal sementara, perdagangan HMETD SINI akan berlangsung pada 14-20 Juli 2026, sedangkan pembayaran penuh oleh pembeli siaga dijadwalkan pada 23 Juli 2026. Rencana rights issue tersebut telah memperoleh persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 26 Mei 2026. Editor: Theresa Sandra Desfika

Sumber:

– 03/06/2026

Temukan Informasi Terkini

EMAS Pacu Tambang Pani, Target Produksi Naik Semester II/2026

baca selengkapnya

Mengantisipasi Risiko Pasar Hilang Imbas Ekspor Satu Pintu

baca selengkapnya

Kabar Importir China Tunda Pembelian: Pukulan Ganda Bagi Ekspor Batubara Indonesia

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top