Freeport Salurkan Bantuan Senilai Rp2,5 Miliar untuk Korban Gempa NTT

PT Freeport Indonesia (PTFI) mengucurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp2,5 miliar untuk korban gempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas memimpin misi pengiriman bantuan untuk NTT sekaligus menyerahkan kepada masyarakat terdampak di Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, NTT, Selasa (1/9/2026).

Sebelum bertolak ke salah satu lokasi terdampak di Desa Cunca Wulang, Tony Wenas menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis kepada Gubernur NTT Melki Laka Lena di Kupang.

“Kami datang dengan niat yang tulus untuk membantu saudara-saudara kami di NTT yang sedang terkena musibah. Kekerabatan timur mendorong kami untuk berbuat lebih,” ujar Tony Wenas. Tercatat ada 83 karyawan PTFI yang berasal dari NTT.

Tony menjelaskan sejak pertengahan Agustus, sesaat setelah terjadinya gempa, PTFI merespons cepat dengan menurunkan Tim Tanggap Darurat PTFI, di bawah koordinasi Kementerian ESDM.

Tim Tanggap Darurat yang terdiri atas enam orang (2 dokter, 1 paramedis, dan 3 rescuer) telah dimobilisasi sejak 20 Agustus dari Timika, dengan periode operasi lapangan selama 22-29 Agustus 2026.

Adapun, wilayah operasi difokuskan di enam kampung, yakni Kampung Liang Dalo, Kampung Waso, Kampung Mbinjar, Desa Maki, Desi Golo Manggung Kampung Wae Waru, dan Desa Golo Manggung Posko Utama Pengungsing, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur. Total korban yang dilayani mencapai 500 pasien.

Menyusul aksi Tim Tanggap Darurat tersebut, PTFI juga menggalang dana kemanusiaan yang dikumpulkan dari karyawan PTFI yang tersebar di sejumlah wilayah (Timika, Nabire, Gresik, dan Jakarta) lewat program #PTFIPEduliNTT. Hasil dana kemanusiaan yang terkumpul itu kemudian dilipatgandakan oleh perusahaan (double match) untuk selanjutnya disumbangkan kepada korban gempa sehingga terkumpul Rp2,5 miliar.

Untuk penyaluran bantuan kemanusiaan tersebut, PTFI menggandeng Human Initiative (HI). Wilayah distribusi penyaluran bantuan tersebar di beberapa daerah, yakni Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Manggarai Timur, dengan fokus pada empat sektor utama, yakni pangan dan gizi, air, sanitasi, higiene, hunian dan permukiman, serta layanan kesehatan dasar.

Pada tahap awal, HI menyalurkan bantuan PTFI untuk tanggap darurat berupa 700 paket bedding kits, personal hygine kits, shelter kit, sembako, 5 hunian sementara, dan 4 sekolah darurat.

Melalui Palang Merah Indonesia (PMI), PTFI juga menyalurkan bantuan berupa hygine kit, sembako, shelter kit, dan bedding kit masing-masing 300 paket dengan total nilai Rp500 juta.

Gubernur NTT Melki Laka Lena mengungkapkan bantuan kemanusiaan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat NTT yang terdampak. Dalam fase tanggap darurat sekarang ini, lanjut Melki, korban gempa tetap membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak.

Sampai dengan saat ini, gempa susulan masih terus terjadi. Tercatat sudah lebih dari 11.000 kali gempa susulan. Kondisi ini, ujar Melki, membawa masalah baru bagi korban gempa.

“Gempa sudah menyentuh wilayah psikologis orang per orang, dan ini tengah jadi fokus kami,” katanya.

Melki berharap lebih banyak lagi bantuan yang datang untuk meringankan korban gempa, terutama bantuan untuk sekolah darurat dan layanan kesehatan. Pasalnya, banyak juga sekolah yang rusak akibat gempa yang terjadi pada pertengahan Agustus itu. Editor : Denis Riantiza Meilanova

Sumber:

– 02/09/2026

Temukan Informasi Terkini

DPM Andalkan Teknologi backfilling, Intip Keunggulannya

baca selengkapnya

Ini Harga Batubara Acuan di Periode Pertama September, Kalori Tinggi Tembus US$ 126

baca selengkapnya

Harga Mineral Periode Kedua Agustus 2026: Harga Nikel Turun, Emas dan Tembaga Naik

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top