DPM Andalkan Teknologi backfilling, Intip Keunggulannya

Teknologi backfilling yang diterapkan PT Dairi Prima Mineral (DPM) dinilai dapat memperkuat aspek keselamatan tambang sekaligus menekan dampak lingkungan melalui pemanfaatan kembali material sisa pertambangan untuk mengisi ruang kosong di bawah tanah.

DPM merupakan anak usaha Grup Bakrie PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) dan China Nonferrous Metal Industry’s Foreign Engineering & Construction Co. Ltd. (NFC China).

Pakar LAPI ITB Dr. Irwan Iskandar mengatakan salah satu teknologi yang diterapkan DPM adalah paste backfilling. Metode tersebut dilakukan dengan mencampur material sisa pertambangan dengan semen, kemudian dipompa kembali ke bukaan tambang, termasuk area longhole stoping.

“Penerapan teknologi tersebut memiliki sejumlah manfaat dari sisi keselamatan maupun lingkungan. Backfilling berfungsi menjaga stabilitas ruang bawah tanah, mengendalikan rongga kosong, meminimalkan risiko amblesan, serta mencegah terbentuknya air asam tambang,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (2/9/2026).

Dari sisi pengelolaan material, metode tersebut juga memungkinkan material sisa pertambangan dimanfaatkan kembali untuk mengisi ruang kosong di bawah tanah. Dengan demikian, material yang sebelumnya menjadi sisa kegiatan tambang dapat digunakan untuk mendukung stabilitas area tambang.

Penggunaan backfilling juga memungkinkan pengelolaan air dilakukan secara lebih terintegrasi. Pasalnya, metode tersebut tidak menggunakan dam tailing sehingga potensi gangguan terhadap air permukaan dapat ditekan.

Di sisi lain, pengisian kembali material ke area tambang dapat membantu mengendalikan penurunan muka air tanah. Pengelolaan material sisa dan air tersebut membuat penerapan teknologi backfilling dinilai dapat menjadi bagian penting dari pengelolaan tambang bawah tanah yang lebih terintegrasi.

Irwan mengatakan pengelolaan DPM telah mengacu pada berbagai kajian, antara lain aspek kebencanaan, geologi, hidrologi, geologi teknik, serta perlindungan lingkungan. Menurutnya, pendekatan tersebut telah mempertimbangkan aspek sains dan teknologi dalam mendukung kegiatan pertambangan.

Untuk memastikan pengelolaan lingkungan berjalan, DPM juga akan memasang sekitar 10 sumur pantau di sekitar bukaan tambang bawah tanah. Sumur tersebut digunakan untuk memantau perubahan kondisi air tanah dan menjadi dasar evaluasi apabila ditemukan perubahan yang signifikan.

Menurut Irwan, penerapan teknologi backfilling pada DPM berpotensi menjadi pendekatan yang dapat diterapkan pada kegiatan pertambangan lainnya, khususnya dalam pengelolaan tambang bawah tanah.

Sementara itu, pengamat tambang dan energi Ferdy Hasiman menilai penerapan backfilling menjadi pilihan yang tepat karena mengedepankan aspek keselamatan sekaligus perlindungan lingkungan.

Ferdy mengatakan persetujuan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terhadap penerapan metode tersebut menunjukkan bahwa rencana backfilling DPM telah melalui proses kajian yang matang.

“Backfilling ini lebih safety, lebih lingkungan. Ini pilihan yang tepat untuk DPM. Kementerian dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tentu sudah melihat proses yang matang dari DPM,” ujar Ferdy dalam keterangannya kepada media.

Dengan adanya persetujuan tersebut, Ferdy berharap proyek DPM dapat segera berjalan. Menurutnya, keberlanjutan proyek tersebut penting untuk mendorong realisasi investasi sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Terlebih, DPM telah memiliki kerja sama dengan pihak China yang berpotensi membawa investasi dalam skala besar. Realisasi investasi tersebut dinilai dapat menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah.

Ferdy menilai keberlanjutan proyek DPM menjadi semakin penting di tengah tantangan perlambatan investasi asing di Indonesia.

Menurutnya, masuknya investasi melalui proyek pertambangan tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan, tetapi juga dapat menciptakan aktivitas ekonomi dan peluang usaha bagi masyarakat di sekitar wilayah tambang. Editor : Hafiyyan

Sumber:

– 02/09/2026

Temukan Informasi Terkini

ANTM, PTBA, TINS, INCO: Mana Saham BUMN Tambang yang Menarik Dibeli?

baca selengkapnya

Berpotensi Ganggu Operasional Pembangkit, Pemerintah Diminta Kaji Ulang BLU Batubara

baca selengkapnya

Freeport Salurkan Bantuan Senilai Rp2,5 Miliar untuk Korban Gempa NTT

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top