Harga batu bara jatuh pada perdagangan kemarin. Harga turun setelah sempat naik cukup tajam.
Pada Rabu (13/5/2026), harga batu bara di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan mendatang ditutup di US$ 131,15/ton. Anjlok 1,02% dibandingkan hari sebelumnya.
Harga batu bara sempat melonjak 1,26% pada perdagangan Selasa (12/5/2026). Namun kenaikan itu tidak bertahan lama.
Koreksi harga batu bara mengikuti penurunan harga gas alam. Kemarin, harga gas Eropa di pasar TTF (Belanda) turun 0,12%.
Beredar kabar bahwa Adnoc (perusahaan migas asal Uni Emirat Arab) berhasil mengirimkan gas meski Selat Hormuz masih ditutup. Hal ini membuat pelaku usaha dan investor mengkaji ulang soal ketersediaan gas alam di pasar, yang membuat batu bara kembali ditinggalkan.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana proyeksi harga batu bara untuk hari ini, Kamis (14/5/2026)? Apakah bakal turun lagi atau bisa bangkit berdiri?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), batu bara menghuni zona bearish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 45. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.
Namun indikator Stochastic RSI 14 hari sudah menyentuh 10. Di bawah 20, yang berarti tergolong jenuh jual (oversold).
Untuk perdagangan hari ini, harga batu bara berpeluang naik. Cermati pivot point di US$ 132/ton.
Dari sini, ada kemungkinan harga akan menguji resisten US$ 133/ton yang merupakan Moving Average (MA) 5. Penembusan di titik ini bisa saja mengangkat harga batu bara ke US$ 134-135/ton.
Jikalau harga batu bara justru turun lagi, maka US$ 130/ton sepertinya bisa menjadi target support terdekat. Target berikutnya ada di US$ 129-127/ton. (aji)
