Kehadiran Indonesia Commodity Exchange (Icomex) dinilai berpotensi memperkuat posisi tawar Indonesia dalam peta perdagangan komoditas global, dengan nikel disebut menjadi aset strategis.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menjelaskan Indonesia tidak sekadar menyandang status sebagai produsen besar, tetapi juga berperan terhadap pasokan sejumlah komoditas strategis dunia. Salah satunya nikel dengan porsi produksi nasional mencakup lebih dari 60% kebutuhan global.
“Dengan adanya bursa domestik, Indonesia memiliki peluang membangun price discovery sendiri, meningkatkan transparansi transaksi, dan mengurangi ketergantungan pada harga acuan dari bursa luar negeri,” ujar Lukman, Kamis (17/9/2026).
Kendati demikian, Lukman menggarisbawahi efektivitas Icomex bergantung pada ketersediaan likuiditas yang memadai, keterlibatan aktif pelaku pasar internasional, serta konsistensi volume perdagangan harian.
Atas dasar itu, pengaruh Icomex terhadap pembentukan harga pasar dunia diperkirakan berlangsung secara bertahap dan tidak serta-merta menggeser dominasi bursa kawakan seperti London Metal Exchange (LME).
Di sisi lain, nikel dinilai memegang prospek paling kuat untuk menempatkan Icomex sebagai salah satu rujukan harga komoditas internasional dalam jangka panjang.
Lukman menyebutkan bahwa dominasi Indonesia dalam rantai pasok nikel dunia membuat setiap kebijakan produksi domestik berdampak langsung terhadap keseimbangan suplai dan pergerakan harga global.
“Kalau melihat potensi jangka panjang, nikel memiliki peluang paling besar untuk menjadikan Icomex sebagai salah satu acuan harga karena dominasi Indonesia dalam produksi global sangat besar,” ucapnya.
Meski demikian, untuk fase awal pengembangan, komoditas timah dinilai lebih realistis dijadikan sebagai pijakan utama. Hal ini mengingat timah telah memiliki rekam jejak transaksi melalui bursa di dalam negeri, sehingga pembentukan ekosistem dan mekanisme price discovery relatif lebih siap.
Lukman menambahkan, setelah kredibilitas dan tingkat likuiditas Icomex terbangun melalui perdagangan timah, nikel dapat diposisikan sebagai komoditas strategis berikutnya untuk memperluas penetrasi ke pasar global. Editor : Rio Sandy Pradana
