Laba Bersih Alamtri Resources (ADRO) Melorot 67,56% Sepanjang 2025

Emiten terafiliasi Garibaldi ‘Boy’ Thohir, yakni PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 67,56% menjadi US$447,69 juta sepanjang tahun buku 2025.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan per 31 Desember 2025, ADRO meraih laba bersih atau laba tahun berjalan dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar US$447,69 juta sepanjang 2025. Jumlah itu setara Rp7,57 triliun dengan asumsi kurs Jisdor Rp16.919 per dolar AS, Jumat (6/3/2026).

Adapun raihan tersebut merosot tajam jika dikomparasikan dengan capaian laba bersih ADRO tahun buku 2024 yang menembus angka US$1,38 miliar.

Koreksi laba bersih ini tidak terlepas dari pendapatan usaha perseroan yang terkontraksi 9,87% year on year (YoY) menjadi US$1,87 miliar. Secara rinci, mayoritas pendapatan ADRO berasal dari segmen pertambangan yang meraih US$966,34 juta dan jasa pertambangan menyumbang US$865,28 juta.

Di sisi lain, beban pokok pendapatan ADRO mengalami kenaikan sebesar 2,67% secara tahunan menjadi US$1,23 miliar. Hal tersebut mengakibatkan laba kotor perusahaan terpangkas 27,16% YoY menuju level US$636,63 juta pada 2025.

Dari sisi neraca, total aset ADRO tumbuh tipis 1,71% menjadi US$6,81 miliar. Hal ini dikarenakan adanya kenaikan liabilitas sebesar 36,19% YoY menjadi US$1,81 miliar dibandingkan posisi 2024 yang sebesar US$1,33 miliar.

Sementara itu, ekuitas perseroan mengalami koreksi sebesar 6,83% YoY menjadi US$5 miliar. Adapun posisi kas dan setara kas Alamtri Resources juga terpantau menyusut 25,73% YoY menjadi US$1,04 miliar per akhir Desember 2025.

Dalam pemberitaan Bisnis sebelumnya, JP Morgan mengerek naik rating dan target harga saham ADRO pada awal 2026. Dalam riset terbarunya, rekomendasi saham ADRO tercatat naik dari underweight (UW) menjadi overweight (OW).

Adapun target harga saham emiten yang sebelumnya bernama Adaro Energy ini juga ditingkatkan menjadi Rp2.540 dari sebelumnya Rp2.000 per saham.

“Kami meningkatkan peringkat ADRO dua tingkat menjadi OW dengan target harga baru Rp2.540 untuk periode Desember 2026,” tulis analis JP Morgan, Arnanto Januri dalam laporannya, dikutip Sabtu (7/3/2026).

Arnanto menjelaskan, revisi ini didasari keyakinan bahwa diskon perusahaan induk ADRO sudah terlalu lebar dibandingkan nilai kepemilikan perseroan pada entitas anak, terutama PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR).

Berdasarkan valuasi sum of the parts (SOTP), saham ADRO saat ini diperdagangkan dengan diskon mencapai 45%. JP Morgan mencatat dalam setahun terakhir, kinerja saham ADRO tertinggal dibandingkan ADMR dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI), masing-masing sebesar 90% dan 12%.

Dari lantai Bursa Efek Indonesia (BEI), saham ADRO kini bertengger di level Rp2.400 hingga penutupan perdagangan Jumat (6/3/2026). Banderol ini mencerminkan kenaikan sebesar 32,60% sepanjang tahun berjalan (YtD).

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca. Editor : Ibad Durrohman

Sumber:

– 07/03/2026

Temukan Informasi Terkini

Berita Harian, Kamis, 23 April 2026

baca selengkapnya

Antam Kirim Tim ke Olimpiade Rescue Tambang Dunia

baca selengkapnya

Suhendra Ratuprawira Lepas Jabatan Direktur PT Timah (TINS)

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top