Laba Petrosea (PTRO) Lompat 902,5% Semester I-2026

PT Petrosea Tbk (PTRO) mencetak laba bersih US$10,78 juta atau sekitar Rp192,86 miliar (asumsi kurs Rp17.857 per dolar AS) sepanjang semester I-2026.

Torehan laba bersih itu melonjak 902,51% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$1,07 juta atau sekitar Rp18,06 miliar (asumsi kurs Rp16.779 per dolar AS).

Pertumbuhan laba afiliasi bisnis konglomerat Prajogo Pangestu itu ditopang oleh pendapatan perseroan yang meningkat 59,56% menjadi US$543,98 juta atau sekitar Rp9,72 triliun pada semester I-2026.

Kenaikan pendapatan terutama berasal dari lini bisnis pertambangan. Pendapatan segmen ini mencapai sekitar US$300,43 juta, meningkat dari sekitar US$164,71 juta pada semester I-2025.

Sementara itu, pendapatan dari konstruksi dan rekayasa mencapai US$196,56 juta, naik dari US$159,34 juta.

Petrosea juga membukukan pendapatan dari segmen EPCI minyak dan gas lepas pantai sebesar US$28,22 juta, sementara pada semester I-2025 belum terdapat pendapatan dari segmen tersebut.

Pendapatan jasa mencapai US$17,82 juta, sedangkan pendapatan dari segmen lain-lain tercatat US$944.000.

Namun, kenaikan pendapatan tersebut diikuti peningkatan beban langsung yang lebih tinggi. Beban langsung Petrosea naik 69,82% menjadi US$496,96 juta dari US$292,64 juta pada semester I-2025.

Alhasil, laba bruto perseroan justru turun 2,63% menjadi US$47,03 juta, dari US$48,30 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Di sisi lain, laba bersih Petrosea turut ditopang oleh perubahan pada pos lain-lain.

Perseroan mencatat keuntungan lain-lain bersih sebesar US$15,03 juta pada semester I-2026, berbalik dari kerugian US$3,36 juta pada semester I-2025.

Salah satu kontributor utamanya berasal dari keuntungan selisih kurs bersih sebesar US$43,73 juta, berbalik dari kerugian selisih kurs sebesar US$3,34 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Petrosea juga mencatat laba dari operasi yang dihentikan sebesar US$7,62 juta, berbalik dari rugi US$2,84 juta pada semester I-2025.

Sementara itu, laba dari operasi yang dilanjutkan tercatat US$1,55 juta, turun dari US$4,13 juta pada semester I-2025. (fik/naw)

Sumber:

– 18/09/2026

Temukan Informasi Terkini

Mengapa Konflik Timur Tengah Bisa Mengerek Permintaan Batu Bara Dunia?

baca selengkapnya

Harga Batu Bara Acuan (HBA) Periode Kedua September, Mayoritas Turun

baca selengkapnya

HPM Nikel Direvisi, Begini Dampaknya terhadap Saham MBMA, NCKL, INCO dan ANTM

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top