MIND ID Ungkap Empat Fondasi untuk Memperkuat Hilirisasi Mineral

Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID mengungkap empat fondasi utama untuk memperkuat hilirisasi mineral nasional. Keempat fondasi tersebut mencakup ketahanan cadangan dan sumber daya, pengembangan hilirisasi bernilai tambah, pembangunan pusat keunggulan proyek dan operasi, serta penerapan teknologi yang adaptif dan inovatif.

MIND ID menyiapkan strategi tersebut untuk meningkatkan kemampuan industri nasional sekaligus menjawab kebutuhan pasar pada masa mendatang. Direktur Strategi Hilirisasi dan Operasi Hilir MIND ID, Achmad Ardianto, mengatakan pengembangan proyek hilirisasi tidak cukup hanya mengandalkan potensi sumber daya alam dan kapasitas pengolahan, tetapi juga harus mempertimbangkan prospek permintaan produk.

“Yang penting, standar strategis yang kita tetapkan harus berorientasi pada masa depan. Artinya, kita harus menyelaraskannya dengan kebutuhan pasar dan masyarakat pada masa mendatang, baik di tingkat global maupun nasional,” kata Achmad dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, dikutip Senin (2/11/2026).

Melalui empat fondasi tersebut, MIND ID berupaya membangun industri mineral yang memiliki ketahanan pasokan, kemampuan pengolahan bernilai tambah, serta penguasaan teknologi. Penguatan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menciptakan ekosistem hilirisasi yang berkelanjutan dan mampu bersaing di pasar global.

Pada aspek teknologi, MIND ID memperluas kemitraan strategis dengan perusahaan global. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperoleh akses teknologi, pertukaran pengetahuan, serta meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam mengoperasikan teknologi industri.

Langkah tersebut tercermin melalui kerja sama ANTAM dan INALUM dengan Chalieco dalam pengembangan teknologi. MIND ID juga memperkuat ekosistem pengolahan nikel melalui Indonesia Growth Project (IGP) yang dikembangkan PT Vale Indonesia bersama sejumlah mitra strategis.

Chief Technology Officer Danantara Indonesia sekaligus Ketua DTIIF 2026, Sigit Puji Santosa, menekankan pentingnya kerja sama teknologi yang menghasilkan manfaat nyata bagi industri. Ia meminta kolaborasi tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU).

“Di Danantara, kami membangun kerja sama untuk mendorong inovasi yang dapat langsung diimplementasikan di industri. Dengan demikian, kami tidak hanya menjadi pihak yang mengadopsi apa yang telah dilakukan pihak lain, tetapi juga menjadi pionir dalam inovasi. Kami tidak akan berhenti pada MoU, tetapi menindaklanjutinya menjadi proyek-proyek konkret yang dapat segera dijalankan dan menunjukkan dampak nyata,” kata Sigit.

Di sisi penguatan sumber daya, MIND ID turut menjajaki investasi dan kemitraan strategis di sejumlah kawasan dunia. Afrika, Timur Tengah, dan Amerika Selatan menjadi wilayah yang dijajaki perusahaan untuk memperluas akses terhadap sumber daya mineral baru.

Penjajakan tersebut merupakan bagian dari upaya mengamankan pasokan mineral guna menopang kebutuhan industri masa depan. Penguatan cadangan dan sumber daya menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan proyek hilirisasi nasional.

MIND ID juga memanfaatkan forum DTIIF 2026 untuk memperkenalkan pendekatan pengembangan industri berbasis teknologi, inovasi, dan kolaborasi. Melalui strategi tersebut, perusahaan berupaya mendorong hilirisasi mineral yang tidak sekadar meningkatkan kapasitas pengolahan, tetapi juga menghasilkan nilai tambah dan memperkuat posisi industri Indonesia dalam rantai pasok global.

Sumber:

– 02/11/2026

Temukan Informasi Terkini

Bahlil Beri Sinyal Pangkas Produksi Nikel di 2027

baca selengkapnya

Harita Nickel (NCKL) Cetak Laba Rp8,69 Triliun Kuartal III/2026, Tumbuh 34,8%

baca selengkapnya

Antam Perkuat Pasar Domestik, Ekspor Feronikel Jadi Peluang Baru

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top