Pemulihan Grasberg Belum Tuntas, Produksi Emas-Tembaga Freeport Masih Tertekan

Produksi tembaga dan emas PT Freeport Indonesia (PTFI) masih tertekan sepanjang semester I/2026 seiring proses pemulihan tambang bawah tanah Grasberg Block Cave di Papua Tengah pascainsiden longsor pada September 2025.

Berdasarkan laporan keuangan semester I/2026 induk usaha PTFI, Freeport-McMoRan Inc. (FCX), produksi tembaga dari operasi Indonesia mencapai 300 juta pon sepanjang Januari–Juni 2026. Angka itu merosot sekitar 54,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 655 juta pon.

Adapun penjualan tembaga turun dari 733 juta pon pada semester I/2025 menjadi 235 juta pon pada semester I/2026.

Sementara itu, produksi emas tercatat 276.000 ons sepanjang semester I/2026. Angka itu anjlok sekitar 53,6% dibandingkan semester I/2025 yang mencapai 595.000 ons.

Di sisi lain, penjualan emas turun dari 643.000 ons pada semester I/2025 menjadi 234.000 ons pada semester I/2026.

FCX menjelaskan penurunan produksi tersebut merupakan dampak dari masih berlangsungnya proses peningkatan kapasitas (ramp-up) tambang bawah tanah Grasberg Block Cave setelah insiden longsor (external mud rush) yang sempat mengganggu kegiatan operasional.

“Penjualan tembaga dan emas PTFI lebih rendah dibandingkan tahun lalu karena tingkat operasi yang lebih rendah selama proses phased ramp-up Grasberg Block Cave,” tulis manajemen FCX dalam laporan keuangannya, dikutip Selasa (4/8/2026).

Meski demikian, perusahaan menyatakan proses pemulihan berjalan sesuai rencana. Setelah menyelesaikan kegiatan remediasi dan restorasi, blok produksi 2 dan 3 kembali beroperasi pada akhir Maret 2026.

Sepanjang kuartal II/2026, PTFI diklaim berhasil mencapai target produksi sesuai rencana pemulihan bertahap.

FCX memperkirakan tingkat operasi PTFI akan mencapai sekitar 65% pada semester II/2026, meningkat menjadi sekitar 80% pada pertengahan 2027, sebelum mendekati kapasitas penuh pada akhir 2027.

Di sisi lain, perusahaan tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang tambang Grasberg. FCX dan PTFI telah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan pemerintah Indonesia pada Februari 2026 terkait perpanjangan hak operasi berdasarkan umur cadangan (life of resource).

Sebagai tindak lanjut, PTFI telah mengajukan permohonan perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) pada Juni 2026 dan saat ini tengah menyelesaikan proses formal perizinan bersama pemerintah.

Menurut FCX, perpanjangan tersebut akan memastikan keberlanjutan operasi tambang Grasberg sekaligus membuka peluang pengembangan sumber daya mineral baru di kawasan tersebut. Editor : Nirmala Aninda

Sumber:

– 05/08/2026

Temukan Informasi Terkini

Freeport Resmi Ajukan Perpanjangan IUPK untuk Operasi Usai 2041

baca selengkapnya

Adu Siasat Emiten Emas Semester II/2026, Saham Mana Paling Berkilau?

baca selengkapnya

AlamTri Resources (ADRO) Optimis Kinerja Bisnis Tetap Tumbuh hingga Akhir 2026

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top