Emiten energi yang terafiliasi konglomerat Prajogo Pangestu, PT Petrosea Tbk (PTRO), mencatatkan peningkatan laba bersih sepanjang 2025, seiring pertumbuhan pendapatan dan kinerja operasional perusahaan di berbagai lini bisnis.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit, dikutip pada Sabtu (7/3/2026), Petrosea membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar 28,8 juta juta dollar AS pada 2025, meningkat signifikan dibandingkan 9,952 juta dollar AS pada 2024.
Laba tersebut merupakan bagian dari kinerja keuangan konsolidasian Petrosea dan entitas anak untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.
Laba Petrosea melonjak
Dalam laporan laba rugi konsolidasian, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat mencapai 28,808 juta dollar AS pada 2025, naik dari 9,699 juta dollar AS pada 2024.
Capaian laba bersih Petrosea 2025 tersebut naik 197 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 9,69 juta dollar AS.
Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada kepentingan nonpengendali mencapai 6,198 juta dollar AS, meningkat dari 253.000 dollar AS pada tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, peningkatan tersebut membuat laba bersih Petrosea pada 2025 lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu, laba sebelum pajak perusahaan tercatat sebesar 39,278 juta dollar AS, meningkat dari 7,868 juta dollar AS pada 2024.
Pendapatan naik
Kenaikan laba Petrosea juga ditopang oleh pertumbuhan pendapatan perusahaan.
Sepanjang 2025, Petrosea mencatatkan pendapatan sebesar 886,459 juta dollar AS, meningkat dibandingkan 690,811 juta dollar AS pada 2024.
Dari sisi operasional, perusahaan membukukan laba kotor sebesar 112,225 juta dollar AS pada 2025, naik dari 90,289 juta dollar AS pada tahun sebelumnya.
Adapun beban usaha langsung tercatat 774,234 juta dollar AS, meningkat dibandingkan 600,522 juta dollar AS pada 2024.
Beban dan pos lain-lain
Dalam laporan yang sama, Petrosea mencatat beban penjualan dan administrasi sebesar 44,757 juta dollar AS, turun dari 51,627 juta dollar AS pada 2024.
Di sisi lain, beban bunga dan keuangan meningkat menjadi 55,699 juta dollar AS, dibandingkan 25,897 juta dollar AS pada tahun sebelumnya.
Perusahaan juga mencatat penghasilan bunga sebesar 2,706 juta dollar AS, serta beban pajak final sebesar 9,742 juta dollar AS.
Selain itu, pos keuntungan dan kerugian lain-lain bersih mencapai 34,545 juta dollar AS, meningkat dibandingkan 3,804 juta dollar AS pada 2024.
Penghasilan komprehensif
Laporan keuangan juga mencatat jumlah penghasilan komprehensif tahun berjalan sebesar 29,850 juta dollar AS, naik dari 8,914 juta dollar AS pada 2024.
Penghasilan komprehensif tersebut mencakup laba bersih tahun berjalan serta komponen penghasilan komprehensif lain setelah pajak, termasuk penyesuaian selisih kurs penjabaran laporan keuangan dan pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti.
Total aset meningkat
Pada sisi neraca, Petrosea juga mencatat peningkatan total aset.
Per 31 Desember 2025, total aset konsolidasian perusahaan mencapai 1,582 miliar dollar AS, meningkat dibandingkan 867,265 juta dollar AS pada 31 Desember 2024.
Jumlah tersebut terdiri dari aset lancar sebesar 558,875 juta dollar AS dan aset tidak lancar sebesar 1,024 miliar dollar AS.
Sementara itu, total liabilitas perusahaan tercatat 1,275 miliar dollar AS, sedangkan total ekuitas mencapai 307,458 juta dollar AS pada akhir 2025.
Dalam laporan auditor independen, disebutkan bahwa laporan keuangan konsolidasian Petrosea dan entitas anak menyajikan secara wajar posisi keuangan perusahaan per 31 Desember 2025 serta kinerja keuangan dan arus kasnya, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
