Pendapatan Petrose (PTRO) Rp9,63 Triliun Semester I/2026, Laba Melonjak 902%

PT Petrosea Tbk. (PTRO) membukukan pendapatan dan laba bersih pada semester I/2026 seiring dengan lonjakan bisnis penambangan.

PTRO membukukan pendapatan sebesar US$543,98 juta atau sekitar Rp9,63 triliun (estimasi kurs sekitar Rp17.699 per dolar AS), meningkat 59,56% dibandingkan dengan US$340,94 juta atau sekitar Rp6,03 triliun pada periode sebelumnya.

Kenaikan pendapatan PTRO ditopang oleh pertumbuhan sejumlah lini bisnis. Pendapatan dari segmen penambangan mencapai US$300,44 juta atau sekitar Rp5,32 triliun, naik 82,40% dari US$164,71 juta atau sekitar Rp2,92 triliun.

Pendapatan dari konstruksi dan rekayasa meningkat 23,37% menjadi US$196,56 juta atau sekitar Rp3,48 triliun, dari sebelumnya US$159,34 juta atau sekitar Rp2,82 triliun.

PTRO juga membukukan pendapatan dari segmen EPCI minyak bumi dan gas lepas pantai sebesar US$28,22 juta atau sekitar Rp499,46 miliar, sedangkan pada periode sebelumnya belum terdapat pendapatan dari segmen tersebut.

Pendapatan dari jasa tercatat US$17,82 juta atau sekitar Rp315,50 miliar, tumbuh 14,65% dibandingkan dengan US$15,55 juta atau sekitar Rp275,16 miliar.

Sementara itu, pendapatan dari segmen lain-lain turun 29,66% menjadi US$944.000 atau sekitar Rp16,71 miliar dari US$1,34 juta.

Seiring dengan pertumbuhan pendapatan, beban usaha langsung PTRO meningkat 69,82% menjadi US$496,96 juta atau sekitar Rp8,80 triliun, dari US$292,64 juta atau sekitar Rp5,18 triliun.

Kenaikan beban tersebut membuat laba kotor perseroan turun 2,63% menjadi US$47,03 juta atau sekitar Rp832,47 miliar, dibandingkan dengan US$48,30 juta atau sekitar Rp854,94 miliar pada periode sebelumnya.

Meski laba kotor tertekan, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 902,51% menjadi US$10,79 juta atau sekitar Rp190,96 miliar, dari US$1,08 juta atau sekitar Rp19,05 miliar pada periode sebelumnya.

Dari sisi arus kas, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi tercatat US$59,02 juta atau sekitar Rp1,04 triliun, turun 72,17% dibandingkan dengan US$212,08 juta atau sekitar Rp3,75 triliun pada periode sebelumnya.

Posisi kas dan setara kas PTRO pada akhir periode mencapai US$80,40 juta atau sekitar Rp1,42 triliun, meningkat 22,09% dibandingkan dengan US$65,85 juta atau sekitar Rp1,17 triliun.

Adapun total ekuitas perseroan meningkat 4,50% menjadi US$321,29 juta atau sekitar Rp5,69 triliun, dari US$307,46 juta atau sekitar Rp5,44 triliun.

Sementara itu, total liabilitas turun 5,40% menjadi US$1,21 miliar atau sekitar Rp21,36 triliun, dari US$1,28 miliar atau sekitar Rp22,57 triliun.

Dengan demikian, total liabilitas dan ekuitas (aset) PTRO tercatat US$1,53 miliar atau sekitar Rp27,06 triliun, dibandingkan dengan US$1,58 miliar atau sekitar Rp28,01 triliun pada periode sebelumnya. Editor : Wibi Pangestu Pratama

Sumber:

– 18/09/2026

Temukan Informasi Terkini

Berita Harian, Jumat, September 18, 2026

baca selengkapnya

Permintaan Batu Bara Global Naik, Produksi Indonesia Diproyeksi Turun

baca selengkapnya

Cadangan Emas Pongkor Menipis, DPR Dorong Antam Perkuat Eksplorasi

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top