PT Petrosea Tbk. (PTRO) membukukan pendapatan dan laba bersih pada semester I/2026 seiring dengan lonjakan bisnis penambangan.
PTRO membukukan pendapatan sebesar US$543,98 juta atau sekitar Rp9,63 triliun (estimasi kurs sekitar Rp17.699 per dolar AS), meningkat 59,56% dibandingkan dengan US$340,94 juta atau sekitar Rp6,03 triliun pada periode sebelumnya.
Kenaikan pendapatan PTRO ditopang oleh pertumbuhan sejumlah lini bisnis. Pendapatan dari segmen penambangan mencapai US$300,44 juta atau sekitar Rp5,32 triliun, naik 82,40% dari US$164,71 juta atau sekitar Rp2,92 triliun.
Pendapatan dari konstruksi dan rekayasa meningkat 23,37% menjadi US$196,56 juta atau sekitar Rp3,48 triliun, dari sebelumnya US$159,34 juta atau sekitar Rp2,82 triliun.
PTRO juga membukukan pendapatan dari segmen EPCI minyak bumi dan gas lepas pantai sebesar US$28,22 juta atau sekitar Rp499,46 miliar, sedangkan pada periode sebelumnya belum terdapat pendapatan dari segmen tersebut.
Pendapatan dari jasa tercatat US$17,82 juta atau sekitar Rp315,50 miliar, tumbuh 14,65% dibandingkan dengan US$15,55 juta atau sekitar Rp275,16 miliar.
Sementara itu, pendapatan dari segmen lain-lain turun 29,66% menjadi US$944.000 atau sekitar Rp16,71 miliar dari US$1,34 juta.
Seiring dengan pertumbuhan pendapatan, beban usaha langsung PTRO meningkat 69,82% menjadi US$496,96 juta atau sekitar Rp8,80 triliun, dari US$292,64 juta atau sekitar Rp5,18 triliun.
Kenaikan beban tersebut membuat laba kotor perseroan turun 2,63% menjadi US$47,03 juta atau sekitar Rp832,47 miliar, dibandingkan dengan US$48,30 juta atau sekitar Rp854,94 miliar pada periode sebelumnya.
Meski laba kotor tertekan, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 902,51% menjadi US$10,79 juta atau sekitar Rp190,96 miliar, dari US$1,08 juta atau sekitar Rp19,05 miliar pada periode sebelumnya.
Dari sisi arus kas, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi tercatat US$59,02 juta atau sekitar Rp1,04 triliun, turun 72,17% dibandingkan dengan US$212,08 juta atau sekitar Rp3,75 triliun pada periode sebelumnya.
Posisi kas dan setara kas PTRO pada akhir periode mencapai US$80,40 juta atau sekitar Rp1,42 triliun, meningkat 22,09% dibandingkan dengan US$65,85 juta atau sekitar Rp1,17 triliun.
Adapun total ekuitas perseroan meningkat 4,50% menjadi US$321,29 juta atau sekitar Rp5,69 triliun, dari US$307,46 juta atau sekitar Rp5,44 triliun.
Sementara itu, total liabilitas turun 5,40% menjadi US$1,21 miliar atau sekitar Rp21,36 triliun, dari US$1,28 miliar atau sekitar Rp22,57 triliun.
Dengan demikian, total liabilitas dan ekuitas (aset) PTRO tercatat US$1,53 miliar atau sekitar Rp27,06 triliun, dibandingkan dengan US$1,58 miliar atau sekitar Rp28,01 triliun pada periode sebelumnya. Editor : Wibi Pangestu Pratama
