PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam mengembangkan fasilitas manufaktur logam mulia di kawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur.
Pengembangan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan kapasitas manufaktur, memperluas penetrasi pasar domestik, dan mengoptimalkan nilai tambah bisnis emas.
Dalam laporan kuartalan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026 yang dilaporkan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/10/2026), Antam menyebut pengembangan fasilitas tersebut dilakukan di tengah permintaan emas yang terus meningkat.
Pengembangan fasilitas manufaktur itu juga menjadi bagian dari strategi hilirisasi mineral yang dijalankan perusahaan.
Melalui proyek-proyek hilirisasi, perseroan berupaya memperkuat rantai nilai industri mineral nasional sekaligus memperluas perannya dalam rantai pasok global.
Pada segmen emas, penguatan kapasitas manufaktur menjadi salah satu langkah perusahaan untuk mengembangkan bisnis logam mulia.
Penjualan emas Antam mencapai 25,2 ton
Pengembangan fasilitas manufaktur logam mulia berlangsung ketika Antam mencatatkan penjualan emas sebesar 25.217 kilogram atau sekitar 25,2 ton selama Januari-September 2026.
Berdasarkan laporan perusahaan, volume penjualan emas tersebut setara dengan 810.745 troy ounce.
Sementara itu, produksi emas dari tambang Antam mencapai 634 kilogram atau 20.384 troy ounce. Produksi tersebut meningkat 7 persen dibandingkan periode Januari-September 2025 yang sebesar 590 kilogram.
Pada kuartal III 2026, produksi emas Antam mencapai 202 kilogram, meningkat 34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 151 kilogram.
Adapun penjualan emas pada kuartal III 2026 mencapai 7.137 kilogram atau sekitar 7,1 ton.
Angka produksi emas yang berasal dari tambang perusahaan tersebut perlu dibedakan dari volume penjualan emas. Keduanya merupakan indikator berbeda dalam kegiatan bisnis Antam.
Di sisi pemasaran, Antam menyatakan terus mengembangkan portofolio produk, meningkatkan kualitas layanan, dan memperluas kanal distribusi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
Langkah tersebut ditujukan untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan pengalaman pelanggan, serta memperkuat daya saing bisnis emas perusahaan.
Fasilitas Gresik untuk meningkatkan nilai tambah
Antam menempatkan pengembangan fasilitas manufaktur logam mulia di Gresik sebagai salah satu bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
Antam menyebut proyek tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas manufaktur, memperluas penetrasi pasar domestik, dan mengoptimalkan nilai tambah dari bisnis logam mulia.
Pengembangan itu sejalan dengan upaya perusahaan memperkuat hilirisasi mineral secara terintegrasi.
Perseroan menyebut berbagai proyek hilirisasi strategis yang dikembangkan perusahaan merupakan bagian dari upaya memperkuat industri mineral nasional dan memperluas peran Indonesia dalam rantai pasok global.
Inisiatif tersebut ditujukan untuk mendorong terciptanya ekosistem industri yang kompetitif dan berkelanjutan.
Pada bisnis emas, peningkatan kapasitas manufaktur menjadi salah satu aspek yang dikembangkan perusahaan untuk mendukung perluasan pasar logam mulia.
Antam perkuat distribusi logam mulia
Selain mengembangkan fasilitas manufaktur, Antam memperkuat pemasaran produk logam mulia melalui kolaborasi dengan mitra strategis di dalam negeri.
Salah satu kerja sama yang tercantum dalam laporan adalah kemitraan dengan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk.
Pada 8 Juli 2026, perseroan dan Bank Muamalat menjalin kerja sama strategis dalam distribusi logam mulia melalui skema wholesaler.
Melalui kerja sama tersebut, kedua perusahaan akan bersinergi dalam perdagangan emas fisik logam mulia Antam melalui jaringan kantor cabang maupun kanal digital Bank Muamalat.
Keduanya juga akan berkolaborasi dalam program pemasaran, edukasi, dan literasi investasi emas kepada masyarakat.
Perseroan menyebut inisiatif tersebut diharapkan dapat memperluas pemanfaatan bahan baku emas domestik sekaligus mendukung pengembangan ekosistem industri emas nasional.
Kerja sama distribusi itu menjadi salah satu bagian dari upaya perusahaan memperluas akses masyarakat terhadap produk logam mulia.
Pengembangan portofolio produk emas
Antam juga mengembangkan portofolio produk logam mulia untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
Dalam laporan kuartalan, perusahaan mencatat peluncuran produk tematik edisi Kemerdekaan 2026 pada 10 Agustus 2026.
Produk tersebut terdiri atas emas batangan Karapan Sapi seberat 17 gram dan koin perak Gunung Bromo seberat satu troy ounce atau 31,103 gram. Keduanya mengusung desain relief tiga dimensi yang menggambarkan kekayaan budaya dan alam Indonesia.
Perusahaan menyebut pengembangan produk tematik tersebut sebagai bagian dari perluasan portofolio emas batangan dan koin perak dengan desain yang mengangkat cerita serta filosofi Indonesia.
Di sisi pemasaran, perseroan menyatakan terus memperkuat strategi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan mendukung pertumbuhan usaha.
