PT Petrosea Tbk. (PTRO) melalui entitas anak mengakuisisi seluruh saham PT Sejahtera Terminal Logistik (STL), perusahaan yang bergerak di bidang aktivitas pelayanan kepelabuhanan laut. Nilai transaksi akuisisi tersebut mencapai Rp880 juta.
Corporate Secretary PTRO Anto Broto mengatakan akuisisi STL dilakukan melalui PT Petrosea Engineering Procurement Construction (PEPC) dan PT Rekakarsa Karya Nusantara (REKAN), yang merupakan entitas anak yang seluruh sahamnya dimiliki PTRO.
“Perseroan, melalui entitas anak yang seluruh sahamnya dimiliki oleh Perseroan, yaitu PT Petrosea Engineering Procurement Construction dan PT Rekakarsa Karya Nusantara, telah melakukan pembelian seluruh saham PT Sejahtera Terminal Logistik dengan total nilai transaksi sebesar Rp880 juta,” kata Anto dalam keterbukaan informasi, Selasa (15/9/2026).
STL diketahui bergerak di bidang aktivitas pelayanan kepelabuhanan laut. PTRO menyatakan pembelian seluruh saham STL diharapkan dapat memperkuat lini bisnis Jasa Logistik & Pendukung perseroan.
Transaksi tersebut dituangkan dalam tiga Akta Jual Beli Saham yang dibuat pada 15 September 2026 di hadapan Aline Shinta Darsono, S.H., M.Kn., Notaris di Tangerang.
Dalam transaksi tersebut, PEPC membeli 900 lembar saham milik Joko M. Slamet dan 597 lembar saham milik Zaenal Arifin. Sementara itu, REKAN membeli tiga lembar saham milik Zaenal Arifin.
Dengan transaksi tersebut, PEPC kini menguasai 1.497 saham STL atau setara 99,8% kepemilikan. Adapun REKAN memegang tiga saham atau 0,2%.
Sebelum transaksi, sebanyak 60% saham STL atau 900 lembar saham dimiliki Joko M. Slamet, sedangkan 40% atau 600 lembar saham dimiliki Zaenal Arifin. Total modal ditempatkan dan disetor STL mencapai Rp750 juta.
PTRO menyatakan akuisisi STL akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja operasional sekaligus mendukung ekspansi usaha perseroan.
“Pembelian seluruh saham STL akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja operasional serta mendukung ekspansi usaha Perseroan melalui penguatan sinergi dan integrasi rantai nilai,” pungkas Anto.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca. Editor : Ibad Durrohman
