Produksi Emas ANTM Melonjak 12 Persen, tapi Penjualan Anjlok

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatat kinerja operasional yang beragam pada semester I-2026. Produksi emas dan chemical grade alumina (CGA) meningkat, sedangkan produksi bijih nikel, feronikel, bauksit, dan perak menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan laporan operasional per 30 Juni 2026, produksi emas pada kuartal II-2026 mencapai 232 kilogram atau setara 7.459 troy ounce. Angka tersebut naik sekitar 12 persen dibandingkan kuartal II-2025 yang sebesar 208 kilogram atau 6.687 troy ounce.

“Pada periode kuartal kedua tahun 2026, produksi emas dari tambang perusahaan mencapai 232 kg (7.459 troy oz.), meningkat 12 persen dibandingkan capaian produksi emas pada periode kuartal kedua tahun 2025 sebesar 208 kilogram,” tulis manajemen ANTM dalam laporan operasional kuartalan yang dipublikasikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (31/7/2026).

Secara kumulatif, produksi emas sepanjang Januari hingga Juni 2026 mencapai 433 kilogram atau 13.921 troy ounce. Realisasi tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan semester I-2025 yang mencapai 438 kilogram atau 14.082 troy ounce.

Produksi perak turun menjadi 2.512 kilogram atau 80.763 troy ounce pada semester I-2026. Pada periode yang sama tahun lalu, produksinya mencapai 2.696 kilogram atau 86.678 troy ounce.

Untuk komoditas nikel, ANTM memproduksi 7,78 juta wet metric ton (wmt) bijih nikel sepanjang semester I-2026. Volume tersebut turun sekitar 14,6 persen dibandingkan 9,10 juta wmt pada semester I-2025.

Produksi feronikel juga menurun. Hingga akhir Juni 2026, volumenya tercatat 7.788 ton nikel dalam feronikel (TNi), lebih rendah dibandingkan 9.067 TNi pada periode yang sama tahun lalu.

Produksi bauksit mencapai 1,28 juta wmt pada semester I-2026. Angka itu turun sekitar 7,4 persen dibandingkan realisasi semester I-2025 yang sebesar 1,38 juta wmt.

Berbeda dengan komoditas lain, produksi chemical grade alumina (CGA) meningkat menjadi 100.257 ton. Volume tersebut naik sekitar 12 persen dibandingkan 89.385 ton pada semester I-2025.

Dari sisi penjualan, ANTM mencatat peningkatan penjualan feronikel, perak, bauksit, dan CGA. Sebaliknya, penjualan emas dan bijih nikel menurun.

Penjualan emas pada kuartal II-2026 mencapai 9.615 kilogram atau setara 309.129 troy ounce. Volume tersebut turun sekitar 38,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 15.566 kilogram atau 500.459 troy ounce.

Sepanjang semester I-2026, penjualan emas tercatat 18.080 kilogram atau 581.286 troy ounce. Angka tersebut turun sekitar 38,2 persen dibandingkan semester I-2025 yang mencapai 29.262 kilogram atau 940.795 troy ounce.

Penjualan perak meningkat menjadi 3.310 kilogram atau 106.419 troy ounce pada semester I-2026. Realisasi itu naik sekitar 11,7 persen dibandingkan 2.962 kilogram atau 95.231 troy ounce pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penjualan bijih nikel mencapai 6,77 juta wmt sepanjang semester I-2026. Volume tersebut turun sekitar 17,4 persen dibandingkan 8,20 juta wmt pada semester I-2025.

Penjualan feronikel meningkat signifikan menjadi 7.605 TNi pada semester I-2026. Angka tersebut naik sekitar 32 persen dibandingkan 5.763 TNi pada periode yang sama tahun lalu.

Khusus pada kuartal II-2026, penjualan feronikel melonjak menjadi 4.802 TNi dari 924 TNi pada kuartal II-2025.

Penjualan bauksit juga meningkat menjadi 1,26 juta wmt pada semester I-2026. Volume tersebut naik sekitar 24,4 persen dibandingkan 1,01 juta wmt pada semester I-2025.

Pada kuartal II-2026, penjualan bauksit mencapai 663.942 wmt, meningkat sekitar 38 persen dibandingkan 481.204 wmt pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, penjualan CGA mencapai 100.437 ton sepanjang semester I-2026. Realisasi tersebut naik sekitar 10,2 persen dibandingkan 91.109 ton pada semester I-2025.

Penjualan CGA pada kuartal II-2026 tercatat 51.364 ton, meningkat sekitar 9,1 persen dibandingkan 47.060 ton pada kuartal II-2025.

Sumber:

– 03/08/2026

Temukan Informasi Terkini

Kondisi Global Belum Stabil, Harita Nickel Raih Pendapatan Rp17,1 Triliun

baca selengkapnya

BUMA Internasional (DOID) Cetak Pendapatan Rp12,40 Triliun pada Semester I/2026

baca selengkapnya

Intip Rekomendasi Saham Pilihan Emiten Pertambangan MIND ID di Semester II-2026

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top