Pemulihan produksi tambang Grasberg milik PT Freeport Indonesia (PTFI) dinilai akan memberikan dampak positif terhadap kinerja sektor pertambangan nasional yang sempat tertekan akibat gangguan produksi.
Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep) Bisman Bhaktiar mengatakan pemulihan produksi Grasberg akan meningkatkan kembali volume konsentrat tembaga dan emas yang dapat diekspor.
“Dampak pemulihan tambang Grasberg terhadap pertambangan nasional cukup bagus,” kata Bisman kepada Bisnis, Minggu (4/10/2026).
Menurutnya, peningkatan produksi Freeport juga berpotensi mengangkat kembali kinerja sektor pertambangan nasional yang sempat terdampak oleh gangguan produksi di Grasberg.
Namun, Bisman menilai percepatan produksi perlu dilakukan secara hati-hati. Freeport perlu memulihkan kapasitas produksi secara bertahap dengan tetap memastikan aspek keselamatan dan stabilitas operasional tambang.
Sementara itu, Ekonom CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet menuturkan gangguan produksi Grasberg telah menekan kinerja ekspor sektor pertambangan, terutama komoditas bijih tembaga.
Namun, sejalan dengan agenda hilirisasi, pemulihan produksi Freeport ke depan dinilai akan lebih banyak tecermin pada ekspor katoda tembaga dan emas dibandingkan konsentrat.
Beroperasinya kembali fasilitas smelter di Jawa Timur menjadi faktor penting dalam proses tersebut. Total kapasitas pengolahan PTFI dan PT Smelting disebut mencapai sekitar 800.000 ton katoda tembaga per tahun.
Di sisi produksi, revisi target Freeport dari sebelumnya 1,1 miliar pon menjadi sekitar 800 juta pon menunjukkan perusahaan masih menerapkan pendekatan hati-hati dalam proses pemulihan.
Yusuf memperkirakan kinerja pertambangan nasional pada 2026 masih berpotensi tertahan, termasuk memberikan dampak terhadap perekonomian Papua Tengah.
“Pemulihan yang lebih kuat baru akan terlihat pada 2027, terutama setelah area produksi utama kembali beroperasi dan ditopang efek basis yang rendah,” katanya.
Menurutnya, Freeport perlu mengejar tingkat pemulihan sekitar 80% pada pertengahan 2027 dan mendekati kapasitas penuh pada akhir tahun dengan memastikan tidak terjadi insiden baru. Editor : Iim Fathimah Timorria
