Proyek Hilirisasi Bauksit MIND ID Senilai Rp104,5 Triliun Ditarget Selesai 2028

Usai melakukan peresmian groundbreaking atas proyek hilirisasi bauksit menjadi alumina dan aluminium yang terletak di Mempawah, Kalimantan Barat, BPI Danantara Indonesia (Danantara Indonesia) menargetkan proyek yang digarap oleh anggota MIND ID, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) ini selesai pada 2028 mendatang.

“Kita harapkan ini akan selesai dalam jangka waktu dua tahun, sehingga pada 2028 seluruh infrastruktur energi sudah siap mendukung operasional,” ujar Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, dalam agenda Ground Breaking Proyek Hilirisasi Fase I di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (06/02/2026).

Adapun, Inalum dan Antam akan menggarap proyek ini melalui perusahaan joint venture mereka, PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI), dengan total investasi mencapai US$6,32 miliar atau setara dengan Rp104,55 triliun.

Keduanya juga akan berkolaborasi dengan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang akan memasok batubara untuk kebutuhan listrik di smelter alumina dan aluminium.

Lebih detail, agenda peresmian mencakup dua proyek utama hilirisasi bauksit, sebagai berikut:

  1. Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Bauksit menjadi Alumina (Smelter Grade Alumina Refinery/SGAR Fase 2) – Mempawah, Kalimantan Barat – Target Commercial Operation Date (COD) 2028.
  2. Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Alumina menjadi Aluminium (New Smelter Aluminium) – Mempawah, Kalimantan Barat – Target Commercial Operation Date (COD) Kuartal pertama 2029.

Dalam kesempatan yang sama, CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa program hilirisasi merupakan agenda strategis yang menjadi prioritas Presiden Republik Indonesia.

“Tahap awal proyek-proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi perekonomian Indonesia, baik melalui penciptaan nilai tambah industri maupun penyerapan tenaga kerja. Ke depan, proyek-proyek hilirisasi ini diharapkan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, berkelanjutan, dan berdaya saing global,” ujar Rosan.

Di sisi lain, Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, mengatakan aluminium adalah material strategis abad ke-21 yang memiliki peran penting dalam sektor transportasi, energi terbarukan, konstruksi, industri pertahanan, dan teknologi hijau.

“Tanpa adanya hilirisasi aluminium, Indonesia akan terus berada pada posisi sebagai pasar, bukan sebagai produsen. Melalui program hilirisasi ini, kita memastikan bauksit yang ditambang di dalam negeri, khususnya yang ada di provinsi Kalimantan Barat, diproses, kemudian dimurnikan, dan diubah menjadi produk bernilai tinggi,” jelas dia.

Ia menambahkan, dampak ekonomi dari proyek ini dapat menimbulkan multiplier effect bersifat jangka panjang yang diharapkan dapat meningkatkan output ekonomi domestik secara signifikan, di mana diperkirakan akan terdapat peningkatan produk domestik bruto sekitar Rp71,8 triliun per tahun.

“Selanjutnya, proyek ini juga berpotensi memperkuat penerimaan negara sekitar Rp6,6 triliun per tahun dan berpotensi menyerap sekitar 65 ribu tenaga kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung, mulai dari tahap konstruksi hingga operasional dan sektor pendukung,” tambahnya.

Sumber:

– 08/02/2026

Temukan Informasi Terkini

Berita Harian, Senin, 09 Februari 2026

baca selengkapnya

Perkuat Ekosistem Hilirisasi Bauksit, PTBA Topang Pasokan Energi Berkelanjutan

baca selengkapnya

ESDM Soal Pemangkasan Batu Bara hingga 70%: RKAB Bisa Dievaluasi

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top