Sepanjang Kuartal I-2026, AMMAN Sukses Bukukan Laba Bersih sebesar US$163 juta

Mengawali tahun 2026, PT Amman Mineral Internasional Tbk (IDX: AMMN) sukses membukukan kinerja operasional yang solid. Perusahaan tambang tembaga dan emas terintegrasi ini mengoperasikan pertambangan sampai pemurnian ini sukses mencatat kenaikan produksi di sepanjang tiga bulan awal tahun ini.

“Kami mengawali tahun 2026 dengan eksekusi yang kuat dan kinerja operasional yang solid di seluruh lini bisnis,” tandas Arief Sidarto, Direktur Utama AMMAN.

Untuk diketahui kegiatan penambangan dan hilirisasi dilakukan lewat anak usahanya PT Amman Mineral Nusa Tenggara dan PT Amman Mineral Industri.

Volume material yang ditambang pada kuartal I-2026 mencapai 56 juta ton. Kinerja ini sejalan dengan rencana penambangan. Volume bijih segar yang ditambang naik signifikan, dari 1 juta ton pada kuartal I-2025 menjadi 38 juta ton pada kuartal I-2026. Hal ini mencerminkan perkembangan kegiatan penambangan yang telah direncanakan.

Selain itu, kadar tembaga yang diolah pun meningkat menjadi 0,53% pada kuartal ini, dibandingkan dengan 0,31% pada periode yang sama tahun lalu. Kadar emas juga mengalami peningkatan, dari 0,17 gram per ton menjadi 0,54 gram per ton.

Selama kuartal I-2026, kegiatan penambangan difokuskan pada akses badan bijih berkadar rendah hingga menengah di Fase 8. Fase 8 dimulai pada awal 2025, di mana aktivitas penambangan pada periode tersebut difokuskan pada pengupasan lapisan batuan penutup, sehingga jumlah bijih segar yang ditambang masih sangat terbatas. Peningkatan signifikan dalam volume bijih segar yang ditambang pada kuartal I-2026 mencerminkan transisi yang telah direncanakan dari kegiatan pengupasan lapisan batuan penutup ke ekstraksi bijih segar.

Namun demikian biaya penambangan per unit mengalami peningkatan 29% YoY, dari US$2,53 per ton menjadi US$3,25 per ton. Kenaikan ini disebabkan oleh jarak angkut yang lebih panjang, kenaikan harga bahan bakar, serta penurunan total material yang ditambang.

Sementara produksi konsentrat mencapai 167.792 metrik ton kering pada pada kuartal I-2026, naik 110% YoY. Produksi tembaga dan emas masing‐masing mencapai 101 juta pon dan 136.115 ons. Hal ini mencerminkan kenaikan YoY sebesar 173% untuk tembaga dan 321% untuk emas.

Dari operasi peleburan dan pemurnian, produksi katoda tembaga pada kuartal I-2026 tercatat sekitar 27.670 ton (setara dengan 61 juta pon), dengan tingkat produksi rata-rata sebesar 50%, sementara produksi emas murni mencapai sekitar 66.209 ons, atau setara dengan tingkat produksi rata-rata sebesar 46%.

Sejak awal tahun 2025, perseroan hanya diizinkan menjual produk logam jadi, seperti katoda tembaga dan emas murni, tidak dalam bentuk konsentrat seperti pada tahun 2024. Namun demikian, kami memperoleh izin ekspor konsentrat sementara pada 31 Oktober 2025, yang berlaku selama enam bulan hingga 30 April 2026.

Penjualan bersih pada pada kuartal I-2026 mencapai US$808 juta, yang mencerminkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penjualan tersebut terdiri dari US$391 juta berasal dari katoda tembaga, US$82 juta dari emas murni, dan US$334 juta dari penjualan konsentrat. Penjualah bersih meningkat secara material karena kemampuan untuk menjual konsentrat serta ramp-up smelter yang berjalan secara stabil.

Dari sisi peleburan dan pemurnian, perusahaan terus meningkatkan kapasitas operasi smelter dan precious metal refinery (“PMR”). Perusahaan telah berhasil menyelesaikan uji jaminan kinerja di beberapa area utama. Uji yang tersisa menunjukkan perkembangan yang baik dan tetap berada pada jalur yang tepat untuk diselesaikan pada bulan Juli 2026.

Seiring dengan masih diizinkannya ekspor konsentrat pada kuartal pertama, Perusahaan melaksanakan program pemeliharaan tahunan smelter pada kuartal I. Sebagai dampak dari waktu henti akibat pemeliharaan yang telah direncanakan serta penjualan sebagian konsentrat yang seharusnya diproses oleh smelter, tingkat produksi selama kuartal tersebut belum mencapai tingkat yang optimal.

Selama kuartal ini, produksi katoda tembaga mencapai 27.670 ton (sekitar 61 juta pon), yang merepresentasikan tingkat produksi rata-rata sebesar 50%, sementara produksi emas murni mencapai 66.209 ons, yang merepresentasikan tingkat produksi rata-rata sebesar 46%,” terang Arief.

Di sisi lain, proyek ekspansi utama perusahaan yang masih berjalan—termasuk ekspansi pabrik konsentrator dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (”PLTGU”) terus berkembang sesuai rencana. Disebutkan bahwa proyek‐proyek ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas throughput, efisiensi energi, serta daya saing biaya secara keseluruhan.

Kinerja Keuangan

Kinerja keuangan Q1 2026 mencerminkan perubahan yang signifikan secara tahunan (“YoY”), didukung oleh kemampuan untuk mengekspor konsentrat, volume penjualan yang lebih tinggi dan harga yang lebih tinggi, serta kinerja operasional yang lebih kuat. Selama periode tersebut, kami menjual produk hasil pemurnian serta sekitar 30.013 metrik ton kering konsentrat, sehingga menghasilkan penjualan bersih sebesar US$808 juta.

Peningkatan-peningkatan tersebut juga mencerminkan pemulihan yang signifikan pada profitabilitas AMMAN selama kuartal tersebut dibandingkan periode yang sama tahun lalu. EBITDA meningkat dari negatif US$42 juta pada Q1 2025 menjadi US$508 juta, dengan margin EBITDA sebesar 63%. Laba bersih berbalik dari rugi bersih sebesar US$138 juta pada Q1 2025 menjadi laba bersih sebesar US$163 juta, yang mencerminkan margin laba bersih sebesar 20%.

Prioritas utama kami tetap memastikan kinerja smelter yang stabil, andal, dan berkelanjutan. Pada saat yang sama, inisiatif ekspansi kami yang lebih luas —termasuk CCPP, fasilitas regasifikasi LNG, dan ekspansi pabrik konsentrator— diharapkan semakin meningkatkan ketahanan operasional dan daya saing jangka panjang kami.

Meskipun kami tetap mencermati ketidakpastian geopolitik jangka pendek, termasuk konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah yang telah berkontribusi terhadap kenaikan biaya energi dan beberapa biaya lainnya sejak Maret, kami yakin bahwa prospek jangka panjang tembaga dan emas tetap kuat, sehingga menempatkan AMMAN pada posisi yang baik untuk pertumbuhan berkelanjutan,” tandas Arief.

Perseroan membukukan laba bersih sebesar US$163 juta pada kuartal I-2026 dengan margin 20%. Padahal di periode yang sama tahun lalu mengalami rugi bersih sebesar US$138 juta. Peningkatan profitabilitas yang signifikan ini mencerminkan faktor‐faktor telah dijelaskan sebelumnya.

Belanja modal Total belanja modal menurun sebesar 68% YoY, dari US$360 juta pada kuartal I-2025 menjadi US$114 juta pada kuartal I 2026. Capaian ini mencerminkan kemajuan dan dekatnya penyelesaian proyek‐proyek ekspansi utama.

Sumber:

– 04/05/2026

Temukan Informasi Terkini

MHU tekan emisi 41 persen di sektor pertambangan lewat hybrid truck-EV

baca selengkapnya

Laba Vale Indonesia (INCO) Melonjak 100% jadi Rp757,54 Miliar Kuartal I/2026

baca selengkapnya

EMAS Bidik Produksi 115.000 Ons, Pacu Operasional di Semester II/2026

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top