Tambang Freeport Berangsur Pulih, Produksi Ditarget Capai 80% pada Medio 2027

Freeport-McMoRan Inc. (FCX) melaporkan operasional penambangan PT Freeport Indonesia (PTFI) di distrik mineral Grasberg terus memperlihatkan tren pemulihan positif setelah insiden luncuran material basah di tambang bawah tanah yang terjadi pada September 2025.

“Selama kuartal III/2026, kapasitas pengolahan pabrik rata-rata sekitar 140.000 metrik ton bijih per hari, mendekati 67% dari tingkat normal sebelum insiden 2025, termasuk sekitar 700.000 metrik ton bijih per hari dari Grasberg Block Cave,” tulis manajemen FCX dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (3/10/2026).

PTFI terus melakukan persiapan untuk memulai kembali produksi dari Production Block 1S, Grasberg Block Cave (GBC), yang ditargetkan pada pertengahan 2027.

FCX pun menargetkan kapasitas produksi PTFI dapat mencapai 80% pada pertengahan 2027 dan mendekati kapasitas penuh pada akhir 2027.

Sementara itu, fasilitas pemurnian atau smelter PTFI di Jawa Timur dilaporkan telah beroperasi kembali sejak akhir Agustus 2026 setelah penghentian sementara akibat insiden Grasberg September 2025. Aktivitas ramp-up juga berjalan sesuai ekspektasi.

PTFI mencatat gabungan kapasitas pemurnian, termasuk PT Smelting, dapat memproduksi hingga sekitar 800.000 metrik ton katoda tembaga per tahun serta dilengkapi fasilitas pemurnian logam mulia untuk mengolah seluruh produksi emas.

FCX memperkirakan penjualan tembaga konsolidasian pada kuartal III/2026 mencapai sekitar 750 juta pound, sejalan dengan estimasi yang disampaikan pada Juli 2026. Sementara itu, penjualan emas konsolidasian diperkirakan sekitar 100.000 ounce, lebih rendah dari estimasi Juli 2026 karena adanya penundaan penjualan emas.

Penundaan itu dipicu oleh pergeseran jadwal pengiriman penjualan emas PTFI pada Juli-September 2026.

“Perubahan jadwal penjualan emas di PT Freeport Indonesia [PTFI] mengakibatkan penundaan sekitar 60.000 ounce emas murni dari kuartal III/2026 ke kuartal IV/2026,” tulis manajemen FCX.

Selain itu, biaya kas bersih unit konsolidasi pada kuartal III/2026 diperkirakan sekitar 5% di atas estimasi Juli 2026 sebesar US$2,00 per pound tembaga, yang mencerminkan penurunan kredit produk sampingan akibat penundaan penjualan emas.

Kendati demikian, total produksi emas konsolidasi Freeport-McMoRan yang utamanya ditopang oleh tambang Grasberg, Papua, Indonesia masih mencatatkan hasil sesuai ekspektasi yakni 230.000 ounce sepanjang periode Juli – September 2026. Editor : Denis Riantiza Meilanova

Sumber:

– 03/10/2026

Temukan Informasi Terkini

MDKA Terbitkan Obligasi Rp 4,11 Triliun, Kupon hingga 10 Persen

baca selengkapnya

Cek Rekomendasi Saham Emiten Batubara: ITMG, AADI, PTBA, dan BUMI

baca selengkapnya

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top