Vale (INCO) Cetak Laba Bersih Rp2,66 Triliun Kuartal III/2026

PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) membukukan laba bersih sebesar US$147 juta atau sekitar Rp2,66 triliun hingga kuartal III/2026. Raihan ini melonjak hampir tiga kali lipat jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$52 juta.

Berdasarkan laporan kinerja perseroan, INCO mencetak pendapatan US$896 juta atau Rp16,24 triliun (asumsi kurs Jisdor Rp18.128 per dolar AS) hingga 30 September 2026, meningkat sebesar 27% secara tahunan (year on year/yoy).

Peningkatan kinerja sejalan dengan kenaikan volume pengiriman nikel matte menjadi 20.158 ton pada kuartal III/2026, dari 13.932 ton pada kuartal II/2026. Kenaikan ini pun mengimbangi penurunan harga realisasi nikel matte dari US$14.765 menjadi US$14.053 per ton.

Selain nikel matte, penjualan bijih nikel turut memperluas sumber pendapatan perseroan. Pada kuartal III/2026, penjualan bijih nikel dari Blok Bahodopi mencapai 415.000 wet metric tons (wmt), sedangkan Blok Pomalaa mencatatkan penjualan sebesar 1.314.358 wmt.

Dari sisi produksi, INCO menghasilkan 18.341 ton nikel matte pada kuartal III/2026. Realisasi ini menjadi produksi kuartalan tertinggi sepanjang 2026 usai perseroan menyelesaikan agenda pemeliharaan besar pada awal tahun, yang didukung oleh ketersediaan peralatan dan operasional pabrik yang lebih stabil.

Peningkatan aktivitas operasional turut mendorong konsumsi energi, dengan volume penggunaan bahan bakar minyak marine fuel oil (MFO) dan batu bara masing-masing naik 6% dan 12%. Meski demikian, biaya tunai penjualan nikel matte meningkat dari US$10.005 menjadi US$10.404 per ton pada kuartal III/2026.

Kinerja tersebut turut menopang EBITDA sebesar US$101 juta pada kuartal III/2026. Secara kumulatif, EBITDA INCO mencapai US$297 juta hingga akhir September 2026, tumbuh dibandingkan dengan US$166 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi hilirisasi, INCO mencatat pencapaian mechanical completion pertama untuk Line 1 dan Line 2 proyek High Pressure Acid Leach (HPAL) Pomalaa. Progres itu menjadi salah satu tahapan dalam pengembangan bisnis hilir nikel perseroan.

Sementara untuk mendukung operasional dan ekspansi bisnis, INCO merealisasikan belanja modal sebesar US$95 juta pada kuartal III/2026. Di samping itu, emiten MIND ID ini juga menarik fasilitas pinjaman sebesar US$175 juta untuk mendukung kebutuhan pendanaan.

Langkah tersebut turut memperkuat likuiditas perseroan. Posisi kas INCO mencapai US$247 juta per 30 September 2026, atau meningkat dari posisi US$111 juta pada akhir Juni 2026.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca. Editor : Miftahul Ulum

Sumber:

– 29/10/2026

Temukan Informasi Terkini

Harga Batu Bara Menguat, Laba Bukit Asam (PTBA) Tembus Rp 4,41 Triliun

baca selengkapnya

PT Timah (TINS) Perketat Pengawasan di Tengah Lonjakan Produksi

baca selengkapnya

Merdeka Gold (EMAS) Raih Fasilitas Pinjaman US$ 435 Juta, Simak Prospek Sahamnya

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top