Komitmen terhadap pembangunan masyarakat dan penerapan praktik pertambangan yang bertanggung jawab mengantarkan PT ANTAM (Persero) Tbk UBP Bauksit Kalimantan Barat (ANTAM) meraih dua penghargaan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas upaya perusahaan dalam mendorong pembangunan ekonomi masyarakat sekaligus menjalankan kegiatan pertambangan sesuai kaidah teknik pertambangan yang baik.
Salah satu penghargaan diraih melalui program KAMEK SAMBUT (Kemandirian Masyarakat Berbasis Ekologi sebagai Sumber Ekonomi Berkelanjutan) dalam ajang PPM Award Bidang Pendapatan Riil dan Pekerjaan, kategori Peningkatan Pendapatan Masyarakat melalui Pengembangan Potensi Desa yang Berkelanjutan. Program ini mengedepankan pengembangan potensi lokal melalui sektor pertanian, peternakan dan perikanan dengan melibatkan masyarakat sebagai penggerak utama kegiatan pemberdayaan.
Keberhasilan meraih penghargaan tersebut tidak terlepas dari proses panjang yang melibatkan berbagai tahapan penilaian. KAMEK SAMBUT terlebih dahulu dipresentasikan pada Agustus 2026, sebelum akhirnya dinyatakan lolos ke tahap verifikasi lapangan pada Oktober 2026. Dalam tahapan tersebut, tim juri bersama Kementerian ESDM melakukan peninjauan langsung untuk melihat implementasi program serta kesesuaiannya dengan hasil dan pendekatan pemberdayaan yang dipaparkan.
Penghargaan diserahkan dalam rangkaian Minerba Convention & Expo yang berlangsung di Jakarta pada 2–3 November 2026. West Kalimantan Region CSR & ER Sub. Division Head, Munadji, hadir menerima penghargaan tersebut secara langsung.
Dalam pelaksanaannya, KAMEK SAMBUT melibatkan kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, Pemerintah desa, Pemerintah Kecamatan, serta Pemerintah Daerah Sanggau. Pemerintah desa berperan dalam mengidentifikasi potensi dan kebutuhan masyarakat serta memfasilitasi keterlibatan warga dalam kegiatan pemberdayaan. Pada tingkat kewilayahan, Pemerintah Kecamatan turut memperkuat koordinasi dan sinergi antar desa. Sementara itu, Pemerintah Daerah berperan dalam mendorong keterpaduan program dengan arah pembangunan daerah serta membuka ruang dukungan lintas sektor.
Munadji menyampaikan bahwa capaian ini menjadi dorongan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam KAMEK SAMBUT untuk terus memperkuat upaya pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam mengembangkan potensi yang dimiliki dan menjaga keberlanjutan manfaatnya.
“Bagi kami, penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus memperkuat proses pemberdayaan yang telah berjalan. KAMEK SAMBUT dibangun melalui proses bersama, mulai dari mengenali potensi dan persoalan di masyarakat hingga mengembangkan kegiatan yang dapat memberikan nilai ekonomi. Tentu perjalanan ini tidak bisa dilakukan oleh perusahaan sendiri. Ada peran masyarakat, pemerintah desa, serta berbagai pihak yang bersama-sama membangun program ini. Ke depan, yang paling penting adalah bagaimana inisiatif dan kemandirian tersebut terus tumbuh sehingga masyarakat mampu menjaga serta mengembangkan manfaatnya secara berkelanjutan,” ungkap Munadji.
Di samping penghargaan di bidang pemberdayaan masyarakat, ANTAM juga memperoleh penghargaan sebagai perusahaan yang menerapkan Good Mining Practice. Penghargaan ini mencerminkan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan pertambangan yang mengacu pada prinsip-prinsip kaidah teknik pertambangan yang baik, termasuk aspek keselamatan, pengelolaan lingkungan, dan tata kelola operasional.
Perolehan dua penghargaan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan sektor pertambangan tidak hanya dilihat dari aspek operasional, tetapi juga dari kontribusinya terhadap masyarakat dan lingkungan. Praktik pertambangan yang bertanggung jawab perlu berjalan beriringan dengan upaya menciptakan manfaat sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.
Melalui kolaborasi dalam program KAMEK SAMBUT dan penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik, diharapkan tercipta hubungan yang semakin kuat antara kegiatan operasional pertambangan, pengembangan potensi desa, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional. (mrd/ser)
