Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas buka suara soal penurunan produksi emas dan tembaga pada kuartal III/2026.
Adapun produksi emas PTFI mencapai 229.000 ounce pada kuartal III/2026. Angka itu turun 20,21% secara year-on-year (yoy) jika dibandingkan dengan produksi pada kuartal III/2025 yang tercatat sebesar 287.000 ounce.
Sementara itu, produksi tembaga PTFI mencapai 249 juta pound pada kuartal III/2026. Angka itu turun 19,9% dibandingkan dengan 311 juta pound pada kuartal III/2025.
Tony mengatakan realisasi produksi itu masih sesuai target. Perusahaan memang menurunkan target produksi untuk 2026 karena masih berlanjutnya proses pemulihan operasional setelah insiden luncuran material basah di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave pada September 2025 lalu.
“Jadi total sudah kira-kira 67% dari forecast [perkiraan] sampai akhir tahun. Jadi sesuai target,” tutur Tony di sela acara Minerba Convex 2026, Selasa (3/11/2026).
Dia menuturkan perkiraan produksi emas pada 2026 berada di level 700.000 ounces, sementara produksi tembaga diperkirakan mencapai 820 juta pound.
Dia mengakui realisasi produksi pada kuartal III/2026 itu memang turun secara tahunan. Tony kembali menegaskan penurunan ini terjadi lantaran pihaknya masih melakukan proses perbaikan tambang Grasberg Block Cave.
“Sesuai dengan itu. Jadi ada penurunan drastis, kalau dari kapasitas normal ya penurunan drastis, tapi sesuai dengan forecast kita yang sudah kita sampaikan ke publik dari awal tahun,” tutur Tony.
Tak hanya produksi, penjualan emas dan tembaga PTFI juga turun pada kuartal III/2026.
Berdasarkan laporan kinerja Freeport-McMoRan (FCX) kuartal III/2026, penjualan emas PTFI mencapai 98.000 ounce pada Juli–September 2026. Angka tersebut turun 70,48% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yang mencapai 332.000 ounce.
Penurunan penjualan tersebut terjadi ketika produksi emas PTFI masih mencapai 229.000 ounce. FCX menjelaskan bahwa penjualan emas PTFI pada kuartal III/2026 terdampak oleh tingkat operasi yang lebih rendah selama proses peningkatan kapasitas tambang bawah tanah Grasberg Block Cave.
Selain itu, sekitar 60.000 ounce emas murni yang semestinya terjual pada kuartal III/2026 ditunda realisasinya ke kuartal IV/2026.
“Volume penjualan emas pada kuartal ketiga tahun 2026 juga dipengaruhi oleh penundaan penjualan sekitar 60.000 ounce emas murni dari kuartal III/2026 ke kuartal IV/2026,” tulis FCX dikutip Rabu (28/10/2026).
Adapun, penjualan tembaga PTFI tercatat sebesar 153 juta pound, merosot 57,5% secara tahunan dibandingkan dengan 360 juta pound pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja penjualan emas dan tembaga PTFI tidak terlepas dari proses pemulihan operasional setelah insiden luncuran material basah di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave pada September 2025. FCX menyebut proses peningkatan kapasitas tambang terus berjalan sesuai ekspektasi.
Pada kuartal III/2026, rata-rata pemrosesan bijih di fasilitas penggilingan mencapai 141.000 ton metrik per hari, setara dengan 67% dari kapasitasnya. Dari jumlah tersebut, sekitar 70.000 ton per hari berasal dari tambang bawah tanah Grasberg Block Cave.
Perusahaan menargetkan tingkat operasi mencapai 80% dari kapasitas pada pertengahan 2027 dan mendekati kapasitas penuh pada akhir 2027. Di sisi hilir, fasilitas peleburan milik PTFI kembali beroperasi pada akhir Agustus 2026.
Namun, FCX memperkirakan variasi antara volume produksi dan penjualan masih akan terjadi hingga fasilitas pengolahan hilir beroperasi pada tingkat normal. Meski penjualan melemah pada kuartal III/2026, FCX memperkirakan volume penjualan akan meningkat pada kuartal berikutnya seiring realisasi penjualan yang sebelumnya tertunda.
Khusus PTFI, volume penjualan tembaga sepanjang 2026 diproyeksikan mencapai sekitar 700 juta pound, sedangkan penjualan emas diperkirakan mencapai 632.000 ounce.
“Volume produksi tembaga dan emas untuk tahun 2026 diperkirakan akan melebihi volume penjualan, yang mencerminkan penundaan sekitar 100 juta pound tembaga dan 70.000 ounce emas yang terkait dengan persediaan di fasilitas peleburan [smelter] PTFI,” tulis FCX. Editor : Iim Fathimah Timorria
