Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkap, rencana mengubah besaran harga batu bara khusus domestic market obligation (DMO) untuk pembangkit listrik. Lantas, berapa rentang harga batu bara naik untuk memasok pembangkit listrik?
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), M Kholid Syeirazi menilai harga batu bara DMO saat ini terbilang rendah, yakni US$ 70 per ton. Padahal, harga batu bara acuan (HBA) untuk batu bara berkalori tinggi tembus US$ 123 per ton.
Melihat selisih yang cukup besar itu, Kholid memandang perlu ada penyesuaian kembali. Misalnya, batu bara berkalori sedang bisa di rentang US$ 80-90 per ton, termasuk untuk pasokan ke pembangkit listrik PT PLN (Persero).
“Kalau yang medium ya mungkin bisa di kisaran US$ 90-an. Makanya ya mungkin kalau komprominya mungkin US$ 80 ya untuk harga (ke pembangkit) listrik itu ya,” ucap Kholid saat dihubungi Liputan6.com, Senin (22/6/2026).
Dia sepakat perlu penyesuaian harga batu bara DMO untuk keperluan pembangkit listrik. Sehingga, pengusaha produsen batu bara tak segan untuk mengalokasikan kepada kebutuhan dalam negeri.
“Ya perlu di-review, memang akan di-review sehingga bisa menciptakan keseimbangan antara supply dengan demand, antara kebutuhan pemasok dan kebutuhan permintaan pemasok untuk DMO,” tuturnya.
Dia khawatir pengusaha enggan memasok ke dalam negeri jika ada disparitas harga yang terlalu tinggi. “Yang kalori tinggi pokoknya ada adjustment lah yang sesuai dengan harga pasar. Kalau enggak ya mereka kucing-kucingan,” ujar dia.
Rencana Revisi Harga DMO Batu Bara
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia membuka peluang merevisi harga batu bara untuk kepentingan domestik, termasuk bagi pembangkit PT PLN (Persero). Ada pertimbangan dari kenaikan biaya produksi batu bara yang ditanggung perusahaan.
Bahlil mengatakan, masih meenghitung harga baru batu bara untuk pemenuhan domestic market obligation (DMO). Pertimbangan beban PLN dan pengusaha batu bara menjadi dua faktor yang diperhatikan.
“Lagi kita hitung plus minus agar PLN nya juga tidak dirugikan dan pengusahanya tidak dirugikan,” kata Bahlil di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Ruang Buat Pengusaha
Diketahui, harga batu bara untuk DMO saat ini ditetapkan sebesar US$ 70 per ton. Sementara itu, harga batu bara acuan (HBA) Juni 2026 sebesar US$ 123,91 per ton.
Bahlil juga mengamini adanya kenaikan beban biaya produksi pengusaha tambang batu bara. Hal ini turut menjadi pertimbangan dalam penyesuaian harga baru baru bara DMO, termasuk untuk pasokan ke pembangkit PLN.
“Kita juga harus membijaksanai agar teman-teman pengusaha iuga jangan juga dibeli dengan harga yamg sangat murah. Kalau beli harganya rugi enggak mungkin juga, karena pengusaha juga gak ingin rugi,” beber dia.
Bentuk Tim Khusus
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia membentuk tim khusus untuk mengawal pengadaan batu bara bagi PT PLN (Persero). Cara ini untuk menghari ada transaksi yang tidak dijalankan, sehingga tak bisa dikirim ke pembangkit.
Bahlil membentuk tim termasuk Inspektorat Jenderal Kementerian ESDM hingga Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Tim pengawas pangadaan batu bara buat pembangkit PLN ini juga telah dilaporkan ke Presiden Prabowo Subianto.
“Supaya apa? Kita mau ingin tahu agar tidak ada masalah di teknis. Jangan barang udah ada, ESDM sudah memberikan penugasan kepada PLN, tapi kalau tidak dieksekusi kan enggak sampe di powerplant,” ungkap Bahlil di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
