Analis mulai berhitung merevisi target pendapatan yang bisa dikantongi oleh PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) seiring dengan penemuan tambang emas baru di prospek Kolokoa.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta Utama menyatakan bahwa temuan cadangan tersebut membuka ruang bagi pasar untuk melakukan reevaluasi terhadap prospek fundamental EMAS.
“Pastinya ini bisa meningkatkan NAV (net asset value) perseroan. Belum lagi ada efek positif dari mine life extension atau perpanjangan umur tambang, sehingga risiko terjadinya deplesi aset menjadi menurun,” tutur Nafan kepada Bisnis, Senin (20/4/2026).
Menurutnya, penambahan sumber daya sebesar 20 juta hingga 40 juta ton bijih di Kolokoa berpotensi memicu revisi naik terhadap target pendapatan tahunan perusahaan. Hal tersebut didukung oleh karakteristik Proyek Pani yang dipandang sebagai salah satu aset emas kelas dunia di Indonesia.
Dari sisi keekonomian, konsistensi karakteristik mineralisasi emas di wilayah tersebut yang memungkinkan terjadinya skala ekonomi. Terlebih, sistem penambangan yang digunakan adalah tambang terbuka atau open pit.
“Selain itu, jika proses ekstraksinya didominasi bijih oksida, prosesnya akan lebih mudah, murah, dan sederhana sehingga berpotensi meningkatkan margin keuntungan dari perusahaan,” pungkas Nafan.
Dengan efisiensi biaya produksi yang kompetitif di pasar global, EMAS dinilai mampu menjaga performa kinerjanya di tengah fluktuasi harga komoditas. Nafan juga melihat prospek EMAS ke depan masih akan didukung oleh tren harga emas dunia yang memiliki sifat aset aman atau safe-haven.
Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Miftahul Khaer turut menyatakan bahwa prospek perseroan masih terjaga berkat fundamental yang solid dan rencana peningkatan produksi yang terukur.
Hal itu didorong oleh proses percepatan produksi dari aset-aset utama perusahaan, serta potensi peningkatan cadangan emas di masa depan yang dinilai menjadi motor penggerak valuasi perusahaan dalam jangka menengah.
Sebelumnya, Direktur Utama Merdeka Gold Resources, Boyke Poerbaya Abidin, menyampaikan bahwa prospek Kolokoa merupakan penemuan strategis karena hanya berjarak sekitar 500 meter dari deposit utama Pani. Posisi tersebut lantas menjadikan Kolokoa sebagai sumber daya satelit yang efisien.
“Kedekatannya dengan Pani, didukung potensi skala awal yang menjanjikan, menempatkan Kolokoa sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan sumber daya dan peningkatan produksi ke depan,” ucap Boyke.
EMAS sebelumnya mengumumkan temuan mineralisasi emas di prospek Kolokoa, yang berlokasi berdekatan dengan area Tambang Emas Pani, Gorontalo. Temuan hasil pengeboran awal ini diproyeksikan meningkatkan sumber daya mineral secara material, sekaligus memperpanjang umur tambang Proyek Pani.
Berdasarkan hasil pengeboran terhadap 30 lubang bor awal, Kolokoa memiliki target eksplorasi 20 juta hingga 40 juta ton bijih, dengan kadar emas berkisar antara 0,3 g/t hingga 0,5 g/t emas. Bahkan, pengeboran awal mengonfirmasi adanya zona mineralisasi dekat permukaan dengan kadar hingga 1,57 g/t emas.
Secara metalurgi, pengujian awal menunjukkan tingkat perolehan emas 87%-94% untuk material oksida dan 81%-92% untuk material transisi. Angka ini dinilai kompatibel dengan operasi fasilitas pengolahan di Tambang Pani saat ini.
Sampai dengan saat ini, EMAS telah merampungkan 30 lubang bor dari total 82 lubang bor yang direncanakan sepanjang tahun 2026. Perseroan akan melanjutkan pengeboran untuk menguji batasan area guna mendukung estimasi Sumber Daya Mineral sesuai standar JORC dan KCMI di masa mendatang.
Tambang Emas Pani sendiri telah memulai produksi pada Februari 2026 dan menargetkan produksi 100.000 hingga 115.000 ounces emas pada tahun ini.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca. Editor : Dwi Nicken Tari
