Nikel, tembaga, aluminium, dan timah tidak hanya menjadi komoditas hasil pertambangan, tetapi juga bahan baku berbagai produk teknologi yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Pemanfaatan mineral tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah terus mendorong hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam (SDA) untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.
Hal tersebut menjadi pembahasan dalam Minerba Convention and Expo (Minerba Convex) 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Senin (2/11/2026).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, manfaat berbagai produk teknologi yang dirasakan masyarakat saat ini merupakan hasil dari hilirisasi yang telah berjalan.
Menurut dia, pemerintah akan terus memperkuat pengelolaan dan pengolahan sumber daya alam agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat Indonesia.
Hal itu, kata Bahlil, sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 yang menempatkan kekayaan alam sebagai sumber kesejahteraan rakyat.
Dia juga menekankan pentingnya melanjutkan program hilirisasi dan industrialisasi untuk mengoptimalkan penciptaan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.
“Negara kita ini kalau tidak kita lakukan dengan membangun hilirisasi dan industrialisasi, penciptaan nilai tambahnya tidak akan maksimal,” ujar Bahlil.
Senada, Division Head of Institutional Relations MIND ID Selly Adriatika mengatakan, pengelolaan mineral perlu diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan nilai ekonomi sebagai komoditas tambang, tetapi juga nilai tambah yang mendukung kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, melalui hilirisasi, mineral dapat diolah menjadi material dan produk bernilai tambah yang digunakan di berbagai sektor industri.
“MIND ID percaya pengelolaan mineral tidak berhenti pada pemanfaatannya sebagai komoditas tambang. Melalui hilirisasi, MIND ID mendorong kekayaan mineral diolah menjadi material dan produk bernilai tambah yang mendukung kehidupan dan kesehatan masyarakat secara luas,” ucapnya.
Dalam ajang Minerba Convex 2026, MIND ID pun memperkenalkan pemanfaatan mineral.
Melalui booth interaktif bertema Menghadirkan Arti Mineral untuk Kehidupan, pengunjung diajak mengenali keterkaitan mineral dengan teknologi, kesehatan, dan gaya hidup aktif.
Ada dua aktivitas yang disediakan, yakni pemeriksaan indeks massa tubuh atau body mass index (BMI) berbasis teknologi dan pedal for life, yakni aktivitas bersepeda menggunakan sepeda statis untuk mengumpulkan jarak tempuh secara bersama-sama.
Melalui kegiatan tersebut, MIND ID memperkenalkan penggunaan mineral seperti nikel, aluminium, tembaga, dan timah sebagai bahan untuk berbagai aplikasi industri sesuai karakteristik masing-masing mineral.
