PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) merealisasikan penjualan batu bara untuk kebutuhan Domestic Market Obligation (DMO) sebesar sekitar 55% dari total produksi pada semester I/2026. Capaian tersebut melampaui ketentuan minimal DMO sebesar 25% yang ditetapkan pemerintah.
Direktur Utama PTBA Bambang Ismawan mengatakan pemenuhan kebutuhan pasar domestik tetap menjadi prioritas perseroan di tengah permintaan ekspor yang masih kuat.
“Hingga semester I/2026, penjualan kepada Grup PLN mencapai 7,78 juta ton. Secara keseluruhan, realisasi penjualan untuk kebutuhan Domestic Market Obligation (DMO) mencapai sekitar 55% dari total produksi, atau telah melampaui ketentuan minimal DMO sebesar 25% yang ditetapkan pemerintah,” ujar Bambang dalam keterangan resmi, Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan komitmen PTBA dalam menjaga pasokan batu bara bagi kebutuhan energi nasional, sembari tetap mengoptimalkan peluang di pasar ekspor.
Sepanjang Januari—Juni 2026, PTBA membukukan produksi batu bara sebesar 19,45 juta ton. Dengan dukungan tingkat persediaan yang optimal, perseroan mencatatkan volume penjualan sebesar 21,10 juta ton.
Dari total penjualan tersebut, penjualan domestik mencapai 10,77 juta ton atau sekitar 51% dari total penjualan. Sementara itu, penjualan ekspor mencapai 10,33 juta ton atau 49% dari total penjualan.
Perseroan mencatat penjualan ekspor meningkat sekitar 5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, didorong permintaan yang tetap kuat dari sejumlah negara tujuan utama seperti Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, dan Thailand.
Meski demikian, PTBA menegaskan pemenuhan pasar domestik tetap menjadi prioritas utama perusahaan.
Di sisi operasional, PTBA mengangkut 18,15 juta ton batu bara hingga Juni 2026. Sebanyak 17,47 juta ton di antaranya diangkut melalui jalur kereta api yang menjadi tulang punggung distribusi batu bara perseroan.
PTBA juga mempertahankan praktik selective mining dengan membukukan stripping ratio sebesar 5,26 kali, masih berada di bawah target tahunan sebesar 5,63 kali.
Untuk mendukung pertumbuhan bisnis, PTBA terus merealisasikan belanja modal yang difokuskan pada pengembangan infrastruktur logistik, termasuk proyek angkutan batu bara Tanjung Enim–Kramasan serta pembangunan Inpit Conveyor Banko.
“Memasuki semester II/2026, PTBA akan terus memperkuat keandalan operasional, menjaga efisiensi biaya, mengoptimalkan pasar domestik maupun ekspor, serta melanjutkan berbagai proyek strategis guna mendukung pertumbuhan perseroan secara berkelanjutan di tengah dinamika industri batu bara global,” ujar Bambang. Editor : Dwi Nicken Tari
