PT Bumi Resources Tbk (BUMI) buka-bukaan dengan mengumumkan laporan laporan penggunaan dana hasil penawaran umum per 30 Juni 2026.
Penawaran umum yang dimaksud Bumi Resources adalah Obligasi Berkelanjutan I BUMI Tahun 2025 Tahap II-V.
Direktur Bumi Resources (BUMI) Donny Iskandar Maramis menyebutkan, nilai realisasi hasil penawaran umum obligasi berkelanjutan II-V Rp 3,95 triliun dengan biaya penawaran umum Rp 39,67 miliar.
“Hasil bersih penawaran umum Rp 3,91 triliun,” papar Donny dalam keterbukaan informasi dikutip Kamis (16/7/2026).
Adapun realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum sampai dengan 30 Juni 2026 Rp 3 triliun dan sisa dana hasil penawaran umum Rp 905,87 miliar.
Salah satu peruntukkan dana hasil penawaran umum adalah sebesar Rp 333,6 miliar dari Obligasi Berkelanjutan I BUMI Tahap III untuk akuisisi PT Laman Mining dengan target waktu penggunaan 30 Oktober 2026.
Berdasarkan situs resminya, Laman Mining didirikan di Ketapang pada tanggal 17 September 2009 sebagai salah satu anak perusahaan Supreme Global Investment Group di Indonesia.
Potensi pertambangan bauksit di industri pertambangan Indonesia telah memotivasi Supreme Global Investment Group untuk terjun ke sektor bisnis ini. Sektor bisnis pengolahan alumina yang terkait erat dengan pertambangan bauksit memiliki potensi besar di Indonesia dan global.
Laman Mining akan fokus pada eksplorasi peluang bisnis yang luas di pertambangan bauksit di Kalimantan, Indonesia.
Menurut jurnal ESDM (Kementerian Pertambangan dan Energi) tahun 2012, terdapat total cadangan bijih bauksit sebesar 3.268.533.344 ton di Kalimantan Barat.
Kabupaten Ketapang memiliki cadangan bijih bauksit yang besar. Konsesi Laman Mining terletak di bagian utara Kabupaten Ketapang. Di wilayah ini, terdapat banyak konsesi lain yang terletak di bagian timur konsesi Laman Mining merupakan sumber lain yang dapat dieksplorasi.
Bijih bauksit di Ketapang dikategorikan sebagai gibbsite dan mewarisi karakteristik dengan Al2O3 antara 35 % hingga 53%, SiO2 antara 5% hingga 26% (silika reaktif rata-rata antara 3,5% hingga 5%) dan Fe2O3 antara 2 % hingga 22%.Editor: Theresa Sandra Desfika
