Cek Daftar 64 Eksportir Tambang yang Dapat Relaksasi Penempatan DHE SDA

Pemerintah akhirnya mengungkapkan nama 64 eksportir sektor pertambangan yang mendapatkan relaksasi penempatan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA). Relaksasi tersebut berlaku bagi eksportir yang memenuhi kriteria Pasal 18A Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2026.

Melalui aturan tersebut, eksportir yang memenuhi kriteria cukup menempatkan paling sedikit 30% DHE SDA selama minimal tiga bulan. Ketentuan ini berlaku untuk Pemberitahuan Pabean Ekspor (PPE) mulai 1 September 2026.

Ketentuan ini lebih fleksibel dibandingkan aturan umum. Untuk sektor pertambangan nonmigas, eksportir masih diwajibkan menempatkan 100% DHE SDA selama minimal 12 bulan pada Bank Devisa BUMN.

Selain besaran dan jangka waktu penempatan, pemerintah juga memperluas pilihan bank untuk menempatkan DHE SDA. Ada 15 bank devisa yang ditetapkan sebagai tempat penempatan Rekening Khusus DHE SDA bagi eksportir yang menggunakan fasilitas Pasal 18A.

Jumlah tersebut terdiri dari lima bank devisa BUMN dan 10 bank devisa non-BUMN. Meski mendapat relaksasi dalam penempatan, eksportir tetap wajib memasukkan atau merepatriasi 100% DHE SDA ke dalam Sistem Keuangan Indonesia.

Pengaturan DHE SDA merupakan pelaksanaan amanat Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 agar kekayaan alam Indonesia digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, sebanyak 64 eksportir memenuhi kriteria Pasal 18A per 1 September 2026.

Daftar tersebut diperoleh dari pemadanan data NPWP dalam Pemberitahuan Pabean Ekspor (PPE) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), data pertambangan migas dan nonmigas sejak Maret 2025 hingga Juli 2026, serta data kepemilikan saham dari Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU).

Bank Indonesia (BI) kemudian melakukan penyaringan berdasarkan kriteria Pasal 18A. Daftar tersebut bersifat dinamis dan akan direviu setiap bulan.

Daftar eksportir yang menjadi dasar pengawasan kewajiban DHE SDA untuk PPE September 2026 akan dipublikasikan paling lambat pada minggu kedua Oktober 2026 melalui laman resmi Bank Indonesia.

Berikut 64 eksportir yang memenuhi kriteria Pasal 18A:

  1. PT Freeport Indonesia
  2. PT Vale Indonesia Tbk
  3. PT Suprabari Mapanindo Mineral
  4. PT Matanusa Artarona Sejahtera
  5. PT Energi Bara Internasional
  6. PT Preformed Line Products Indonesia
  7. PT Yong Wang Indonesia
  8. PT Obsidian Stainless Steel
  9. PT Huayue Nickel Cobalt
  10. PT Zhongtsing New Energy
  11. PT Shuosi Indonesia Investment
  12. PT Wanxiang Nickel Indonesia
  13. PT Kao Rahai Smelters
  14. PT ESG New Energy Material
  15. PT Universe Smelter Metal Industry
  16. PT Mitra Sukses Globalindo
  17. PT Jade Bay Metal Industry
  18. PT Huafei Nickel Cobalt
  19. PT Andalan Metal Industry
  20. PT Youshan Nickel Indonesia
  21. PT CNGR Ding Xing New Energy
  22. PT Perkasa Metal Industry
  23. PT Westrong Metal Industry
  24. PT Huake Nickel Indonesia
  25. PT Sunny Metal Industry
  26. PT Obi Nickel Cobalt
  27. PT Wanatiara Persada
  28. PT Borneo Alumindo Prima
  29. PT Indonesia BTR New Energy Material
  30. PT Pinang Export Indonesia
  31. PT Green Eco Nickel
  32. PT Huaneng Metal Industry
  33. PT Jiaman New Energy
  34. PT Virtue Dragon Nickel Industry
  35. PT Metal Smeltindo Selaras
  36. PT Unity Nickel Alloy Indonesia
  37. PT Dexin Steel Indonesia
  38. PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel
  39. PT Nadesico Nickel Industry
  40. PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia
  41. PT Halmahera Persada Lygend
  42. PT Lipe Metal Industry
  43. PT Kinxiang New Energy Technologies Indonesia
  44. PT Indonesia Guang Ching Nickel & Stainless Steel Industry
  45. PT Hengsheng New Energy Material Indonesia
  46. PT Yashi Indonesia Investment
  47. PT QMB New Energy Materials
  48. PT Indonesia Ruipu Nickel and Chrome Alloy
  49. PT Kinrui New Energy Technologies Indonesia
  50. PT Rarlon Metal Indonesia
  51. PT Detian Coking Indonesia
  52. PT Karunia Permai Sentosa
  53. PT Well Harvest Winning Alumina Refinery
  54. PT Sulawesi Mining Investment
  55. PT Meiming New Energy Material
  56. PT Citra Asia Raya
  57. PT Deguang Industrial Indonesia
  58. PT JYL Indo Trading
  59. PT Guangchingde Metal Rolling
  60. PT Mijiale Sukses Indonesia
  61. PT Asia Logam Perkasa
  62. PT Halmahera Jaya Feronikel
  63. PT Kalimantan Ferro Industry
  64. PT Risun Wei Shan Indonesia.

Sumber:

– 31/08/2026

Temukan Informasi Terkini

Aturan DHE SDA Dilonggarkan, 64 Eksportir Tambang Bisa Parkir Devisa 3 Bulan

baca selengkapnya

Aneka Tambang (ANTM) Cetak Laba Bersih Rp6,91 Triliun Semester I/2026

baca selengkapnya

Kinerja Merdeka Gold (EMAS) Diproyeksikan Pulih Semester II/2026

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top