Danantara Indonesia secara resmi memperkenalkan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) beserta susunan pengurusnya. Ada sejumlah nama kesohor mulai dari CEO PT Freeport Indonesia, Tony Wenas hingga mantan petinggi Bank Dunia, Mari Elka Pangestu.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani menegaskan, bahwa kehadiran DSI bukan dimaksudkan untuk menambah lapisan birokrasi maupun mengambil alih fungsi regulator. Ia menekankan bahwa seluruh kewenangan perizinan, pengaturan, dan pengawasan tetap berada di tangan kementerian dan lembaga yang berwenang.
Sementara peran DSI difokuskan pada penguatan titik verifikasi dalam aliran data dan transaksi ekspor, mulai dari kuantitas, kualitas, klasifikasi barang, harga, hingga penyelesaian pembayaran dan repatriasi devisa.
Pada tahap awal, DSI akan berfokus pada tiga komoditas strategis nasional, yaitu batu bara, minyak sawit (CPO), dan ferroalloy, dengan total nilai transaksi yang diperkirakan mencapai sekitar USD70 miliar.
Sedangkan Direktur Utama DSI, Luke Thomas Mahony menyampaikan bahwa peluncuran ini bukan sekadar memperkenalkan sebuah institusi baru, melainkan juga menegaskan tujuan, tanggung jawab, dan komitmen DSI untuk menjalankan mandatnya secara profesional, penuh integritas, dan dengan kerendahan hati.
Berikut susunan lengkap Pengurus PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI):
Jajaran Dewan Komisaris PT DSI:
Presiden komisaris : M. Syaifurrahman Noer
Komisaris: Harold Tjiptadjaja
Komisaris: Tony Wenas
Komisaris: Mari Elka Pengestu
Jajaran Direksi DSI:
Direktur Utama: Luke Thomas Mahony
Direktur Keuangan : Sinthya Roesly
Direktur Manajemen Risiko: Nur Hidayat Udin
Direktur Legal dan Kepatuhan: Ivan Ferdiansyah Baely. (akr)
