Korupsi Batu Bara, Ini Daftar Perusahaan Berkontrak dengan PLN

Kortastipidkor Bareskrim Polri sedang melakukan penyidikan dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait dengan pengadaan pemenuhan kebutuhan pasokan batu bara pada PLTU periode 2018-2026.

Penyidik Polri saat ini sedang mendalami dugaan penyimpangan dalam proses pengadaan dan pemenuhan pasokan batu bara yang melibatkan sejumlah perusahaan, yakni PT UBP dan PT BRA.

Dalam perkara tersebut, nilai kerugian negara dapat mencapai Rp5 triliun. Akan tetapi, besaran kerugian negara tersebut akan dihitung secara resmi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Dirtindak Kortastipidkor Brigjen Pol. Roberthus Yohanes De Deo Tresna Eka Trimana menjelaskan dugaan modus operandi antara lain manipulasi dokumen kualitas batu bara, manipulasi kuantitas pasokan, hingga dugaan penyimpangan yang menyebabkan pembayaran kontrak tidak sesuai dengan kondisi pasokan sebenarnya.

Menurutnya, dugaan penyimpangan tersebut juga berpotensi menyebabkan terganggunya pasokan batu bara yang berdampak pada pemadaman listrik atau blackout di sejumlah wilayah a.l. Sumatra, sebagian Kalimantan, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga sebagian wilayah Jabodetabek.

Daftar Pemasok Batu Bara PLN

Berdasarkan catatan laporan keuangan konsolidasian PLN 2025, kontrak dengan volume terbesar dimiliki oleh PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA sebesar 20,35 juta ton yang terbagi pada sejumlah kontrak, termasuk dengan anak usaha PLN.

Kontrak terbesar kedua dimiliki konsorsium PT Arutmin Indonesia dan PT Darma Henwa dengan volume 5,55 juta ton per tahun. Selanjutnya PT Kaltim Prima Coal memiliki total komitmen memasok 3,8 juta ton batu bara per tahun yang tersebar dalam empat kontrak.

Lebih lanjut, berikut daftar perusahaan yang memiliki kontrak memasok batu bara ke PLN dan anak usahanya per 2025:

  1. PLN (Persero)

PT Bukit Asam

Volume kontrak tahunan: 17.000.000 ton

Periode: 2018–2032

PT Arutmin Indonesia dan PT Darma Henwa (Konsorsium)

Volume kontrak tahunan: 5.553.000 ton

Periode: 2007–2027

PT Exploitasi Energi Indonesia dan PT Borneo Indobara (Konsorsium)

Volume kontrak tahunan: 2.200.000 ton

Periode: 2022–2027

PT Global Energi Lestari, PT Era Perkasa Mining, dan PT Quasar Inti Nusantara

Volume kontrak tahunan: 2.215.000 ton

Periode: 2022–2027

PT Kaltim Prima Coal

Volume kontrak tahunan: 2.000.000 ton

Periode: 2025–2026 (sebagian kontrak masih dalam proses perpanjangan)

PT Antareja Energi Asia, PT Binuang Mitra Bersama Blok Dua, dan PT Berkat Murah Rejeki

Volume kontrak tahunan: 2.000.000 ton

Periode: 2022–2027

PT Dwi Guna Laksana dan PT Borneo Indo Bara

Volume kontrak tahunan: 1.890.000 ton

Periode: 2017–2033

PT PLN Batubara Niaga

Volume kontrak tahunan: 1.827.500 ton

Periode: 2025 (sebagian kontrak masih dalam proses perpanjangan)

PT Rizky Anugrah Pratama, PT Kasongan Mining Mills, PT Hutama Koado, PT Marga Perkasa, PT Arini, dan CV Hirzan

Volume kontrak tahunan: 1.490.000 ton

Periode: 2022–2027

PT Mandiri Intiperkasa

Volume kontrak tahunan: 1.107.000 ton

Periode: 2024–2026 (sebagian kontrak masih dalam proses perpanjangan)

PT Indexim Coalindo

Volume kontrak tahunan: 1.100.000 ton

Periode: 2018–2028

PT Indominco Mandiri

Volume kontrak tahunan: 1.005.000 ton

Periode: 2025–2026 (sebagian kontrak masih dalam proses perpanjangan)

PT Bharinto Ekatama

Volume kontrak tahunan: 1.002.000 ton

Periode: 2025–2026 (sebagian kontrak masih dalam proses perpanjangan)

PT Kaltim Prima Coal

Volume kontrak tahunan: 800.000 ton

Periode: 2025–2026 (sebagian kontrak masih dalam proses perpanjangan)

PT Multi Harapan Utama

Volume kontrak tahunan: 600.000 ton

Periode: 2021–2027

PT Mahakam Sumber Jaya

Volume kontrak tahunan: 603.000 ton

Periode: 2025

PT Kaltim Prima Coal

Volume kontrak tahunan: 500.000 ton

Periode: 2021–2027

PT Titan Infra Energy

Volume kontrak tahunan: 290.000 ton

Periode: 2007–2033

  1. PT PLN Indonesia Power (PIP)

PT Bukit Asam

Volume kontrak tahunan: 2.800.000 ton

Periode: 2013–2026 (masih dalam proses perpanjangan kontrak)

PT Artha Daya Coalindo

Volume kontrak tahunan: 2.481.000 ton

Periode: 2017–2027

PT Oktasan Baruna Persada

Volume kontrak tahunan: 2.100.000 ton

Periode: 2018–2026 (masih dalam proses perpanjangan kontrak)

PT Multi Harapan Utama

Volume kontrak tahunan: 1.000.000 ton

Periode: 2022–2026 (masih dalam proses perpanjangan kontrak)

  1. PT PLN Nusantara Power (PNP)

PT Bhumi Rantau Energi

Volume kontrak tahunan: 875.000 ton

Periode: 2024–2026 (masih dalam proses perpanjangan kontrak)

PT Bukit Asam (PLTU Bukit Asam)

Volume kontrak tahunan: 815.000 ton

Periode: 2024–2026 (masih dalam proses perpanjangan kontrak)

PT Bukit Asam (Tarahan)

Volume kontrak tahunan: 550.000 ton

Periode: 2004–2031

  1. PT PLN Batam

PT Kideco Jaya Agung

Volume kontrak tahunan: 300.000 ton

Periode: 2007–2027. (azr/ros)

Sumber:

– 13/07/2026

Temukan Informasi Terkini

Jadwal Dividen Harita Nickel (NCKL), Cair 31 Juli 2026, Segini Besarannya

baca selengkapnya

Sumber Daya Emas dan Tembaga Gua Macan Merdeka Copper (MDKA) Naik 25%

baca selengkapnya

Beban Produksi Membengkak, Cek Daya Tahan Laba Saham ANTM, TINS dan INCO

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top