Kuota Produksi Timah Tahun 2026 Diperkirakan Capai 60.000 Ton

Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI) memperkirakan kuota produksi pertambangan timah akan ditetapkan sekitar 60.000 metrik ton untuk tahun 2026.

“Proses persetujuan kuota produksi timah saat ini sedang berlangsung,” kata Ketua AETI Harwendro Adityo Dewanto kepada Reuters, Rabu (14/1/2026).

Semua penambang di Indonesia yang kaya mineral diwajibkan untuk menyerahkan rencana produksi tahunan, yang dikenal sebagai RKAB, kepada pemerintah untuk disetujui, yang menentukan berapa banyak yang diizinkan untuk mereka produksi per tahun.

“Tampaknya untuk menjaga harga timah global tetap stabil, RKAB tahun ini akan sekitar 60.000 ton,” kata Harwendro dalam pesan teks.

Indonesia menyetujui kuota produksi timah sebesar 53.000 ton pada tahun 2025, kata asosiasi tersebut, dibandingkan dengan sekitar 45.000 ton produksi setahun sebelumnya.

Sumber:

– 14/01/2026

Temukan Informasi Terkini

MIND ID Setor Dividen Rp 12,6 Triliun ke Negara Sepanjang 2025

baca selengkapnya

DEWA Kantongi Kontrak SSC Rp 22 Triliun, Dorong Pertumbuhan Jasa Tambang 2026

baca selengkapnya

Freeport Pastikan Smelter Manyar Gresik Produksi Lagi Mulai September

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top