Penjualan KMS Karena PTRO Ingin Fokus ke Bisnis Pertambangan dan Logistik Terintegrasi

PT Petrosea Tbk (PTRO) memberikan jawaban kepada Bursa Efek Indonesia terkait pertanyaan berkaitan dengan rencana aksi korporasi berupa penjualan seluruh kepemilikan saham pada PT Kemilau Mulia Sakti (KMS). Langkah ini merupakan bagian dari strategi penataan portofolio usaha agar lebih selaras dengan arah jangka panjang perusahaan.
Sekretaris Perusahaan, Anto Broto menegaskan bahwa transaksi penjualan KMS dilatarbelakangi oleh kebutuhan optimalisasi struktur usaha dan penguatan fokus pada bisnis inti, yakni jasa pertambangan, EPC, EPCI , serta logistik terintegrasi. Perusahaan juga menargetkan pengembangan sektor pertambangan mineral lain yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang.

“Penjualan KMS ini diharapkan dapat memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi perseroan dalam mengelola struktur keuangan dan mendukung ekspansi usaha ke depan,” kata Anto dalam keterangannya, Selasa (21/4).

Dari sisi penggunaan dana, sekitar 70% hasil penjualan KMS akan dialokasikan untuk pelunasan pinjaman jangka panjang pihak ketiga. Sementara sisanya digunakan untuk mendukung kegiatan operasional, investasi, dan kebutuhan lainnya.

Nilai transaksi penjualan KMS mencapai Rp1,73 triliun, berdasarkan laporan penilaian independen KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan yang menggunakan metode discounted cash flow dan adjusted net asset.

Secara finansial, transaksi ini memberikan dampak positif terhadap laporan keuangan. Ekuitas meningkat dari USD307,5 juta menjadi USD313,7 juta. Sementara laba bersih juga akan naik dari USD35 juta menjadi USD39,6 juta. Liabilitas jangka panjang juga turun dari USD836,9 juta menjadi USD808,5 juta, menunjukkan perbaikan struktur keuangan perusahaan.
Kontribusi KMS terhadap kinerja Petrosea selama 2025 relatif kecil. KMS menyumbang pendapatan sebesar USD52 juta atau 6 persen dari total. Namun demikian KMS justru mencatat rugi bersih USD6,8 juta yang berdampak negatif 19 persen terhadap laba konsolidasi.
Total aset KMS tercatat USD72,4 juta atau hanya 5 persen dari total aset grup. Pelepasan KMS dinilai tidak akan mengganggu kinerja utama Petrosea, justru memperkuat fokus pada lini bisnis yang lebih prospektif.

Manajemen juga menegaskan bahwa transaksi penjualan KMS tidak terkait dengan isu penurunan nilai goodwill. Sesuai laporan keuangan 2025, hasil pengujian menunjukkan tidak ada kerugian penurunan nilai yang diakui.

Sumber:

– 22/04/2026

Temukan Informasi Terkini

Fitch Ingatkan Kenaikan Risiko Kredit Sektor Tambang RI, Ini Pemicunya

baca selengkapnya

Klaim Asuransi di Sektor Tambang Rawan Sengketa

baca selengkapnya

Revisi Harga Patokan Mineral Nikel Jadi Angin Segar, Prospek INCO Makin Menarik

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top